News

Azas Tigor Nainggolan Usulkan Parkir Adaptif di Cawang Bisa Selamatkan UMKM dan Kurangi Kemacetan

Timredaksi.com, Jakarta – Analis kebijakan transportasi dan perkotaan Azas Tigor Nainggolan mengusulkan penerapan kebijakan parkir adaptif di kawasan Cawang, Jakarta Timur, sebagai solusi untuk menjaga keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tanpa mengabaikan kelancaran lalu lintas.

Menurutnya, penataan parkir di badan jalan (on-street parking) dapat dilakukan secara legal dan terukur sehingga mampu memberikan akses bagi pelanggan pelaku usaha, sekaligus tetap menjaga fungsi jalan.

“Di tengah kondisi ekonomi saat ini, pemerintah perlu mengambil kebijakan yang mampu melindungi dua kepentingan sekaligus, yaitu keberlangsungan UMKM dan kelancaran lalu lintas. Keduanya dapat berjalan berdampingan melalui pengelolaan parkir yang baik,” ujar Azas Tigor Nainggolan kepada Hallonews, Sabtu (27/6/2026).

Ia menilai kebijakan parkir seharusnya tidak semata berorientasi pada penertiban, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya terhadap aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada kemudahan akses kendaraan.

Salah satu skema yang diusulkan adalah penerapan tarif parkir dinamis (dynamic parking pricing), yaitu penyesuaian tarif berdasarkan tingkat kepadatan lalu lintas dan kebutuhan parkir.

Pada jam-jam sibuk, tarif parkir dapat dinaikkan sekitar 150 hingga 200 persen dari tarif normal sebagai instrumen pengendalian penggunaan ruang parkir.

Sebaliknya, pada jam yang lebih lengang tarif dapat kembali normal sehingga tetap memberikan akses bagi masyarakat.

Selain itu, Azas juga mengusulkan pembatasan durasi parkir serta penerapan tarif progresif agar terjadi perputaran kendaraan yang lebih cepat. Langkah tersebut dinilai mampu mencegah kendaraan parkir terlalu lama di badan jalan yang berpotensi memicu kemacetan.

Menurutnya, tingginya penggunaan kendaraan pribadi di Jakarta menuntut kebijakan parkir yang lebih modern dan adaptif.

“Manajemen parkir yang tepat dapat menjadi alat bantu untuk mengendalikan lalu lintas sekaligus menjaga aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan strategi tarif dinamis dan pengaturan waktu parkir, Jakarta dapat menciptakan sistem transportasi yang lebih tertib tanpa mengorbankan pelaku UMKM,” tegasnya.

Azas berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat mempertimbangkan kebijakan parkir yang mengakomodasi kepentingan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Dengan pengelolaan yang tepat, kawasan Cawang diharapkan tetap menjadi pusat aktivitas usaha yang berkembang dengan kondisi lalu lintas yang lebih tertib dan lancar.

Salsa Sabrina

Recent Posts

Danantara Dorong Pertagas Perkuat Jargas Nasional, Tekan Impor LPG

Timredaksi.com, Jakarta — Danantara Indonesia dan BP BUMN mendorong PT Pertamina Gas (Pertagas) mengambil peran…

18 hours ago

HIPKA Cianjur Targetkan Cetak 100 Pengusaha Muda

CIANJUR - Himpunan Pengusaha KAHMI Kabupaten Cianjur memanfaatkan momentum peringatan hari jadi ke-16 untuk memperkuat…

19 hours ago

Baterai Mobil Listrik Tua Rusak Berisiko Bikin Biaya Perbaikan Membengkak

  JAKARTA - Kalangan industri otomotif global tengah menyoroti mahalnya biaya penggantian baterai pada mobil…

2 days ago

Mas Ridwan, Perantau Trowulan yang Membangun Hidup Baru dari Nol di Palm Springs

Timredaksi.com, Mojokerto – Mas Ridwan, perantau asal Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, yang kini menetap di…

2 days ago

Lima Pejabat Lapas Cibinong Dinonaktifkan Buntut Temuan Fasilitas Mewah

Timredaksi.com, Jakarta – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menonaktifkan lima pejabat struktural Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)…

4 days ago

Raih Penghargaan Maritime Fleet Reliability dari The Iconomics, PT PELNI Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Brand Equity Berbasis Trust

Timredaksi.com, Jakarta - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT PELNI kembali meraih apresiasi bergengsi…

6 days ago