Jakarta, Timredaksi.com — Virus Marburg kini menjadi perhatian Badan Kesehatan Dunia WHO setelah menyebar dan menginfeksi banyak orang di dunia.
WHO telah memperingatkan soal potensi virus Marburg yang juga berbahaya bagi manusia.
Menurut WHO, virus Marburg masuk dalam kategori penyakit sangat menular.
Peringatan ini disampaikan usai seorang lelaki di Guinea, Afrika Barat yang meninggal dunia, usai terkonfirmasi tertular virus tersebut.
Temuan ini juga menandai pertama kalinya virus Marburg terdeteksi di Guinea.
“Kami mengapresiasi kewaspadaan dan tindakan investigasi cepat oleh petugas kesehatan Guinea,” ujar Matshidiso Moeti, Direktur Regional WHO di Afrika, plseperti dilansir Suara.com.
WHO akhirnya bekerja sama dengan dinas kesehatan setempat untuk merespon dengan cepat, berdasarkan pengalaman ahli saat menangani wabah Ebola, yang penularannya dengan cara yang sama.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi belum dapat memastikan apakah virus tersebut sampai di Indonesia atau belum.
Tapi, ia mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan akan terus memantau perkembangannya.
“ini terus kita monitor perkembangannya ya, dan ini sifatnyaa zoonotik dan menular melalui kontak langsung dengan darah atau cairan, mungkin akan lebih mudah dikendalikan dibandingkan penyakit influenza,” kata Nadia. (Azzam)
Timredaksi.com, Jakarta - Sejumlah warga bersama pengurus Forum RT/RW di wilayah Pademangan menyampaikan aspirasi penolakan…
Timredaksi.com, Jakarta – PT Pegadaian menjadi saksi hadirnya Fatwa No. 166 tentang Kegiatan Usaha Bulion…
Timredaksi.com, Jakarta - Penobatan La Ode Muhammad Djafar, S.H. sebagai Sultan Buton ke-39 memang merupakan…
Timredaksi.com, Jakarta-Bintang Muda Indonesia (BMI), organisasi sayap partai Demokrat yang berfokus pada pengembangan kader muda,…
Timredaksi.com, Jakarta — Fenomena individu transgender atau waria yang tampil di ruang publik sebagai ustadzah…
Timredaksi.com, Labuan Bajo – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia (DPN TMI), Don…