News

Stop Perdebatan Kasus Di Basarnas, DPP LPPI Dorong Untuk Pokus Pada Penegakan Hukum Kasus Dugaan Korupsi

Timredaksi.com – Kasus di Badan SAR Nasional (Basarnas ) menjadi perbincangan berbagai kalangan seperti datang dari organisasi Kepemudaan Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemuda Pemerhati Indonesia (DPP LPPI) menanggapi isu yang berkembang di publik pihaknya memiliki pandangan yang berbeda tentang penanganan dugaan kasus korupsi pengadaan barang dan jasa di Basarnas.

Ketua Umum DPP LPPI Dedi Siregar mengatakan perdebatan penanganan kasus dugaan korupsi di Basarnas tidak perlu diperpanjang lagi, saat ini yang terpenting penegakan hukum atas substansi permasalahan yang harus dilanjutkan pada kasus operasi tangkap tangan (OTT) di Badan SAR Nasional.

“Jika pokus pada awal proses perjalanan kasus OTT di Basarnas harusnya kita berterimakasih dan memberikan apresiasi dan dukungan kepada kinerja KPK berhasil mengungkap kasus dugaan korupsi di Basarnas, kpk berhasil mengungkap dugaan korupsi di basarnas, yang harus diperdebatkan harusnya tentang dugaan Korupsi nya kaena ada kerugian Negara di dalamnya,” ucap Dedi Siregar, senin (31/07/2023).

Sambungnya, “Kami melihat KPK pada proses perjalanan kasus OTT di Basarnas saat ini sudah sangat terbuka dan sudah sesuai prosedur hukum dan mekanisme yang berlaku, dapat dibuktikan dalam proses gelar perkara pada kegiatan tangkap tangan di Basarnas KPK melibatkan POM TNI sejak awal, untuk mengikuti gelar perkara sampai dengan penetapan status perkara dan status hukum para pihak terkait, pihak sewasta yang terlibat.”

“Kita ketahui juga saat ini proses penegakan hukumnya sudah diserahkan kepada Puspom Mabes TNI, dengan tim gabungan Penyidik KPK dan Pupom Mabes TNI untuk dilakukan proses lebih lanjut pada pradilan militer,” ujar Dedi.

“Oleh dari itu kami meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) yang menangani kasus tersebut untuk melanjutkan penegakan hukum atas substansi permasalahan pada kasus dugaan korupsi di Badan SAR Nasional (Basarnas ), kami juga berharap kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh framing dan narasi oknum oknum yang menyudutkan dan menyalahkan pegawai KPK dan pimpinan KPK,” tutup Pria yang juga penggiat anti korupsi. (SS)

Salsa Sabrina

Recent Posts

Gus Salam Denanyar Menguat sebagai Poros Alternatif Ketua Umum PBNU, Usung Rekonsiliasi dan Marwah Organisasi

Timredaksi.com, Jombang — Dukungan terhadap KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam Denanyar sebagai calon alternatif…

2 days ago

Menhut Raja Antoni Andalkan Hujan untuk Padamkan Karhutla: Ada Bibit Hujan, Kita Gelar OMC

Timredaksi.com, Jakarta -- Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni menyebut hujan menjadi cara paling efektif untuk…

2 days ago

Menhut Raja Antoni Minta Tak Land Clearing: Kondisi Bukan Musim Kering Biasa

Timredaksi.com, Kalbar - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni meminta masyarakat untuk tidak melakukan land clearing…

5 days ago

Atas Perintah Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar

Timredaksi.com, Kalbar - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni turun langsung ke Kalimantan Barat untuk memastikan…

5 days ago

Menhut Raja Antoni BKO-kan 5.000 ASN Kehutanan ke 6 Provinsi Prioritas Tangani Karhutla

Timredaksi.com, Kalbar - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni menyiapkan langkah penguatan penanganan kebakaran hutan dan…

5 days ago

Di Tengah Cek Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni Gelar Rapat Mendadak Penguatan Penanganan

Timredaksi.com, Kalsel - Menteri Kehutanan Raja Antoni mendadak mengumpulkan seluruh jajaran Kementerian Kehutanan saat melakukan…

6 days ago