News

Spartanitas BMI

SEJAK REFORMASI, dan berubahnya politik ke arah prosedural demokrasi yang lebih matang, tidak serta merta membawa kesejahteraan hadir di kehidupan masyarakat kita pada umumnya. Politik yang hipokrit, oportunisme dan konflik kepentingan masih tetap menjaga dan terjaga dalam dinamika politik kita sampai hari ini.

Kebutuhan menembus kabut gelap politik itu menjadi tantangan generasi muda sekarang untuk memberikan harapan kepada ‘politik’ yang lebih sehat untuk tumbuh subur dan menjadi keseharian yang normative, menggantikan bentuk-bentuk lama praktik politik yang hipokrit tadi.

Bintang Muda Indonesia adalah organisasi kader dan massa yang didirikan sebagai ‘interupsi’ di mana politik masih dikuasi oleh hal-hal yang mengingkari kemanusiaan. Di dalamnya terisi kalangan muda progressif, berkemajuan.

Basisnya ada pada ide/gagasan. Ide-ide baru dalam berorganisasi, yang turunannya mengharuskan perjuangan yang sistematik, membuat BMI tahu bagaimana cara berkembang secara gradual dan berkesinambungan yang diantaranya terus memberikan pencerahan bagi situasi dunia sosial politik.

Ide-ide kemajuan tadi juga di dorong oleh etika, yang disemai dalam sikap santun dan peduli. Peduli dan kesantunan dalam menjaga rasa hubungan antara penguasa terhadap rakyatnya maupun rakyat terhadap penguasanya, juga antar sesama elemen rakyat sampai ke kampung-kampung. Kesantun BMI juga selalu membersamai dalam sikap-sikap kritis BMI pada Pemerintah dalam pengawasan terhadap lembaga baik eksekutif maupun legislatif.

Sebagai wadah Perkumpulan anak muda masa depan, BMI menghimpun beberapa jaringan lintas sektor dan lintas jenjang pendidikan—Pelajar dan Mahasiswa. Tingginya minat mereka membuat BMI terus mendapat kekuatan, disamping itu juga, BMI terus melakukan perkaderan tanpa henti bagi kawula muda, yang kini perkaderan masif itu sudah jarang ditemui di partai lain.

Yang membuat BMI berkembang adalah semangat seperti angka delapan, maksudnya antara yang di atas dan di bawah sama, duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Semangat itulah yang membuat kader di struktural pusat dan daerah tidak canggung berkomunikasi dalam semangat egaliter seperti yang dicontohkan para negarawan maupun tokoh agama di masa lalu yang membuat solidaritas kaum muda dan rakyat kuat.

Sekretariat-sekretariat BMI menjadi Rumah Pemuda dan Rakyat, tempat duduk bersama, antara kader pengurus dan masyarakat pada umumnya. Ia terhubung dengan masyarakat dari lapisan yang paling kecil, pedagang asongan, penjaga maqam, penjual minyak wangi d.s.t. hingga pejabat kepala daerah.

Di luar rung politik, sejatinya BMI mendorong penggalian peradaban-pradaban masa lalu yang terkubur oleh modernitas, dihimpit oleh pembangunan dan digilas oleh zaman. Kunjungan Ketum BMI ke daerah-daerah juga diselingi dengan pertemuan ke Kyai setempat, pesantren di desa maupun ziarah ke para pahlawan yang berjasa di masa lampau baik ulama, sunan, raja-raja dan lainnya, dan itu membuat rakyat setempat baik santri ataupun masyakat adat dekat dengan BMI.

Pada sekmen yang lebih spesifik, BMI memiliki ruang atau komunitas yang lebih cair (tidak politis) seperti Forum Pesantren Desa, Pelopor BMI, Sahabat BMI, GamersBMI, yang dimaknai sebagai ruang gerak kultural.

Kerja keras dan solidaritas BMI mulai dari pusat sampai kecamatan didasarkan pada semangat cinta yang besar pada Para Founding Father, Cita-Cita SBY, Ketua Umum Demokrat AHY dalam membangun kehidupan rakyat yang semakin baik dan demokratis.

Untuk itu, persemaian kader Bintang Muda Indonesia adalah keharusan, agar bisa mengantarkan politik serta kesejahteraan kepada banyak orang bisa menjadi kenyataan. Sudah lama langit kita tidak berbintang, sementara siang masih tetutup mendung yang pekat. Semoga doa doa yang tua dan muda melambung di Langit, dan rinai hujan Desember-januari betul betul menjadi Rahmat bagi akan tumbuh nya generasi muda, zaman baru untuk Indonesia yang gemilang. Amin.

Kediri – Desember 2020.

Opini oleh: Farkhan Evendi ( Ketua umum Bintang Muda Indonesia)

Intan

Recent Posts

Danantara Dorong Pertagas Perkuat Jargas Nasional, Tekan Impor LPG

Timredaksi.com, Jakarta — Danantara Indonesia dan BP BUMN mendorong PT Pertamina Gas (Pertagas) mengambil peran…

17 hours ago

HIPKA Cianjur Targetkan Cetak 100 Pengusaha Muda

CIANJUR - Himpunan Pengusaha KAHMI Kabupaten Cianjur memanfaatkan momentum peringatan hari jadi ke-16 untuk memperkuat…

18 hours ago

Baterai Mobil Listrik Tua Rusak Berisiko Bikin Biaya Perbaikan Membengkak

  JAKARTA - Kalangan industri otomotif global tengah menyoroti mahalnya biaya penggantian baterai pada mobil…

2 days ago

Mas Ridwan, Perantau Trowulan yang Membangun Hidup Baru dari Nol di Palm Springs

Timredaksi.com, Mojokerto – Mas Ridwan, perantau asal Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, yang kini menetap di…

2 days ago

Lima Pejabat Lapas Cibinong Dinonaktifkan Buntut Temuan Fasilitas Mewah

Timredaksi.com, Jakarta – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menonaktifkan lima pejabat struktural Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)…

4 days ago

Raih Penghargaan Maritime Fleet Reliability dari The Iconomics, PT PELNI Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Brand Equity Berbasis Trust

Timredaksi.com, Jakarta - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT PELNI kembali meraih apresiasi bergengsi…

6 days ago