Ekonomi

Pramugari Cantik Ini Banting Setir Jualan Nasi Ayam di Pinggir Jalan

Jakarta, Timredaksi.com – Tak hanya pilot yang jual makanan saat pandemi. Pramugari juga terkena dampaknya. Seperti pramugari cantik yang jualan nasi ayam di pinggir jalan.

Masa pandemi masih berlangsung, belum banyak penerbangan yang kembali diaktifkan. Karenanya banyak pilot hingga pramugari harus banting setir dan mencari pekerjaan lain.

Dilansir dari Juice (16/11), Nur Shareen Mohd Zaini merupakan mantan pramugari senior asal Malaysia. Ia memutuskan untuk berjualan makanan setelah kehilangan pekerjaannya di bulan Maret lalu.

Iapun mulai mencari cara untuk menghidupinya dan anaknya. Sebagai orang tua tunggal, Nur harus berusaha keras untuk mencari nafkah seorang diri. Akhirnya ia berjualan nasi kukus ayam di pinggir jalan Senawang.

Nasi kukus sendiri merupakan salah satu olahan nasi gurih khas Malaysia. Rasanya hampir mirip dengan nasi lemak. Hanya saja memakai lauk-pauk yang berbeda.

Biasanya nasi kukus dipadukan dengan ayam goreng berempah. Disebut juga sebagai ayam goreng serundeng, lengkap dengan sambal cabai merah dan acar.

Setelah berjualan beberapa bulan, pelanggannya semakin banyak. Jualannya ini lebih dikenal dengan nama Nasi Kukus Pramugari.

Wanita berusia 41 tahun ini menyebutkan bahwa semua rempah dan bahan-bahan dari nasi kukus ini, dibuat langsung oleh keluarganya di Kota Bahru. Rasa nasi kukusnya ini sangat enak dengan potongan ayam yang besar.

Nur mengatakan bahwa modal awalnya untuk berjualan nasi kukus ayam ini sekitar RM 200 (Rp 687.000).

Meski sudah menjadi pramugari sejak tahun 1997, ia sudah merelakan pekerjaannya itu selama puluhan tahun. Kini ia merasa bersyukur karena bisa melalui masa sulit dengan bisnis nasi kukusnya ini.

Selain Nur dengan bisnis makanannya. Sebelumnya ada beberapa pilot yang juga alih profesi. Mulai dari berjualan mie ayam, jualan rujak di pinggir jalan sampai jadi pengantar makanan. (Salsa/S:Detikcom)

Salsa Sabrina

Recent Posts

Perkuat Infrastruktur Desa Adat dan Warisan Budaya Bali, ASDP Gelontorkan Bantuan Rp1 Miliar*

Timredaksi.com, Bali -- Di tengah derasnya arus modernisasi, desa adat tetap menjadi jantung kehidupan masyarakat…

18 hours ago

Menkomdigi: Pemerintah Terbuka pada Aspirasi, Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Timredaksi.com, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajak masyarakat yang menyampaikan aspirasi melalui…

19 hours ago

Pembinaan di Malang, Ketua MA Ungkap Sinyal Positif Penguatan Integritas Hakim

Timredaksi.com, Jakarta - Dalam arahannya, Ketua MA mengingatkan jajarannya agar senantiasa berkomitmen bentuk meningkatkan kinerja…

20 hours ago

Mendes Yandri: Pesantren Pilar Utama Pendidikan di Desa dan Barisan Pejuang Kemerdekaan

Timredaksi.com, Mojokerto - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyebutkan, keberadaan…

20 hours ago

Akademisi dan Praktisi Pendidikan Dukung Langkah Kemendikdasmen Mewujudkan Generasi Unggul Indonesia

Timredaksi.com, Jakarta – Seminar Nasional bertajuk "Pendidikan Bermutu untuk Semua: Menciptakan Generasi Unggul, Disiplin dan…

2 days ago

Benarkah Hantavirus Bisa Menjadi Pandemi Baru? Ini Penjelasan Ahli UIN Jakarta

Timredaksi.com, Ciputat– Nama Hantavirus belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Kemunculannya memicu kekhawatiran sebagian masyarakat…

2 days ago