News

Politisi PDI-P Soroti Kasus Kekerasan Anak Di Provinsi Lampung

Timredaksi.com–Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Lampung menjadi sorotan Komisi VIII DPR RI. Selama tahun 2022, terjadi 137 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan kasus 165 perempuan dan anak jadi korban.

Menyikapi hal tersebut anggota komisi VIII DPR RI I Komang Koheri mengatakan kasus kekerasan seksual terhadap anak yang cukup tinggi di Propinsi Lampung menjadi berhatian.

“Di Lampung ini termasuk menjadi sorotan nasional kekerasan seksual terhadap anak, angkanya tinggi. Jika dibiarkan maka generasi ke depan akan menghadapi persoalan yang besar,” kata I Komang usai mengikuti rapat Paripurna Gedung Parlemen Nusantara II Jakarta, Kamis 29/9/2022.

Politisi PDI-P dapil Lampung II itu menjelaskan, setiap anak harus memiliki ruang untuk dapat menyalurkan bakat serta kemampuan dan mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi dari lingkungan sekitar.

Menurutnya, tindakan kekerasan seksual di Lampung sudah menjadi sorotan nasional dengan tingginya angka kekerasan dan secara kualitatif cukup mengerikan.

“Perlu untuk mengedepankan penyuluhan dengan memberdayakan personal Bhabinkamtibnas guna memberikan pemahaman kepada masyarakat cara melakukan pencegahan tindakan kekerasan seksual,” ujarnya

Anggota Baleg DPR RI berharap RUU Penghapusan Kekerasan Seksual yang sudah masuk Prolegnas 2021 yang akan ditetapkan dalam Paripurna. Dia menyebut bahwa kasus tersebut tidak bisa damai dan diharuskan dilanjutkan.

“Jadi kalau kasus kekerasan terhadap anak patut dilanjutkan, karena itu sudah ada aturanya dalam undangan-undangan,” tukasnya

Selai itu I Komang mendesak agar KPAI Bandar Lampung memberikan pemahaman kepada masyarakat cara melakukan pencegahan terhadap kekerasan seksual. Dia berharap dengan melakukan pencegahan melalui sosialisasi bisa mengurangi kasus-kasus tersebut.

“Kita sampaikan KPAI baik di kota dan kabupaten bisa menjalankan pungsinya. Jadi informasi dari manapun baik dari media, LSM dan lembaga-lembaga lainya langsung melakukan tindakan. Poin penting KPAI melakukan sosialisasi pencegahan dini,” pungkasnya

Sekedar diketahui Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung, Fitrianita Damhuri, menerangkan bahwa angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Lampung terus mengalami penurunan.

Ia menjelaskan, data terakhir pada tahun 2022 ini, tercatat terdapat 137 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan jumlah korban sebanyak 165 orang.

“Total kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di 2022 ini ada 137 kasus dengan total korban 165 orang. Jika dibandingkan periode yang sama dengan tahun 2021 terdapat penurunan. Tercatat di Lampung sepanjang 2021 terdapat 645 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” kata dia (ror)

Asrorie

Recent Posts

DCW Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Jabatan dan Pengaturan Proyek di Kabupaten Demak

Timredaksi.com, Demak — Demak Corruption Watch (DCW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menelaah sejumlah…

4 hours ago

Agenda Reforma Agraria di Tengah Badai Korupsi

Agenda Reforma Agraria di Tengah Badai Korupsi Oleh: Fani Ruusul Masail (Dosen Hukum Institut Al…

5 hours ago

Kabar Duka Dunia Hukum, Pengacara Kondang Kamaruddin Simanjuntak Tutup Usia, Sosok Pejuang Keadilan Kasus Brigadir J

Timredaksi.com, Jakarta - Kabar duka datang dari dunia hukum Indonesia. Pengacara Kamaruddin Simanjuntak dikabarkan meninggal…

7 hours ago

Peduli Kemanusiaan, FKUB Cianjur Gelar Bakti Sosial Pengukuran Kaki Palsu Gratis

  CIANJUR - Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Cianjur menggelar bakti sosial pengukuran kaki serta…

1 day ago

Upaya Penyelamatan Hiu Paus Terdampar di Parangkusumo Alami Kendala

  YOGYAKARTA - Seekor hiu paus dilaporkan terdampar di bibir Pantai Parangkusumo, Kabupaten Bantul, Daerah…

1 day ago

Paulus SK Limu Dorong Transformasi Ekonomi Sumba Tengah Berbasis Pangan, Peternakan, dan Perkebunan

Timredaksi.com, Jakarta – Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus SK Limu, terus mendorong transformasi pembangunan daerah…

2 days ago