News

Polisi Bertindak, Periksa 9 Saksi Kasus ‘Suntik Bodong’ Vaksin COVID-19 di Karawang, Ini Hasilnya

Jakarta – Polisi menindaklanjuti kasus dugaan vaksinator Karawang yang tidak menyuntikan vaksin Covid-19 sesuai dengan SOP.

Kasus ini cukup viral, bahkan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana datang langsung ke Puskesmas untuk mencari tahu peristiwa sebenarnya.

Sementara itu, Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putra menerangkan bahwa pihaknya masih mendalami tindak pidana dalam kasus ini.

Setidaknya kepolisian, kata Rama, sudah memeriksa enam saksi dari pihak rumah sakit termasuk vaksinator.

Tak hanya itu, pihaknya juga memeriksa tiga saksi tambahan dari pihak penerima vaksin.

“Sudah kita periksa 6 saksi dari pihak puskesmas dan 3 yang divaksin,” ujar Rama dikutip dari kumparan, Rabu (14/7/2021).

Sebelumnya, viral video vaksinator Karawang tidak menyuntikan cairan vaksin Covid-19 ke tubuh warga. Lihat videonya DI SINI.

Namun, petugas vaksinator bernama Maola Nurul Shinta mengklaim bahwa ia sudah mengikuti SOP yang berlaku selama penyuntikan.

Maola Nurul Shinta merupakan salah seorang pegawak di Puskesmas Wadas.

“Saya sudah melakukan penyuntikan vaksin sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur). Tiap kami menyuntik, botol vaksin itu langsung kami ambil pakai spuit (pompa piston dalam alat suntik) untuk disuntikkan kepada penerima vaksin,” kata Maola di Puskesmas Wadas.

Maola berujar bahwa teknik yang ia gunakan saat menyuntik menyebabkan seakan-akan dalam video cairan vaksin tidak terdorong masuk ke tubuh penerima.

Dia juga menjelaskan ada dua teknik dalam menyuntik, yakni dengan menekan ujung alat suntik menggunakan jempol.

Lalu yang kedua dengan menekan menggunakan telapak tangan dan ia menggunakan teknik kedua.

Ia beralasan karena jempol tangannya kapalan setelah selama satu minggu menyuntik sekiranya dua ribu orang lebih dengan rata-rata 300 orang per hari. Azzam/ANa)

Azzam Putra

Recent Posts

Menhut Raja Juli: Penindakan Perusahaan Terlibat Karhutla Tak akan Berhenti

Timredaksi.com, Kalimantan - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkap akan menindak tegas perusahaan yang terlibat…

2 hours ago

BPK Apresiasi Langkah Pemerintah Daerah dalam Memperbaiki Tata Kelola Keuangan Daerah

Timredaksi.com, Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyerahkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun…

3 days ago

Kemnaker Uji Coba Pelatihan Terhubung Industri untuk Tekan Kesenjangan Kompetensi

Timredaksi.com, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah menguji coba skema pelatihan hibrid yang menghubungkan pembelajaran…

4 days ago

Neng Eem Ajak Masyarakat Cianjur Perkuat Wawasan Kebangsaan Lewat Empat Pilar MPR RI

CIANJUR — Ketua Fraksi PKB MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz kembali melaksanakan kegiatan…

6 days ago

GEMPA BUKAN UKURAN DOSA SEBUAH DAERAH

GEMPA BUKAN UKURAN DOSA SEBUAH DAERAH Dr. DARYONO, anggota IABI Ketika suatu daerah dilanda gempa,…

7 days ago

Survei LKPI: Gerindra Pimpin Elektabilitas, PSI 4,3 Persen

Timredaksi.com, Jakarta - Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) memotret dinamika politik menjelang Pemilu 2029, termasuk…

7 days ago