Timredaksi.com, Jakarta – Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus SK Limu, terus mendorong transformasi pembangunan daerah melalui penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta pembangunan sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan secara berkelanjutan.
Upaya tersebut merupakan bagian dari visi mewujudkan Tana Waikanena Loku Waikalala yang mandiri, maju, dan berkelanjutan, dengan menempatkan peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai orientasi utama pembangunan.
Paulus mengatakan pembangunan daerah tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur fisik. Lebih dari itu, pembangunan harus mampu membuka kesempatan yang adil bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup, memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan yang berkualitas, serta mengembangkan potensi ekonomi.
Menurut dia, transformasi pembangunan Sumba Tengah perlu dilaksanakan secara terpadu dengan bertumpu pada potensi daerah, kebutuhan masyarakat, dan penguatan kapasitas ekonomi lokal.
*Perkuat Ekonomi Berbasis Potensi Lokal*
Paulus menjelaskan, transformasi ekonomi Sumba Tengah diarahkan pada pengembangan sektor pangan, peternakan, dan perkebunan yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.
Sektor pangan dan peternakan, kata dia, memiliki peran strategis bukan hanya sebagai sumber penghidupan masyarakat, melainkan juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, penguatan ketahanan pangan, dan peningkatan pendapatan keluarga.
Selain kedua sektor tersebut, pemerintah daerah juga mendorong pengembangan komoditas perkebunan, terutama kopi dan cengkeh, agar dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi masyarakat.
“Pengembangan pangan, peternakan, dan perkebunan harus diarahkan pada peningkatan produktivitas, perbaikan kualitas hasil produksi, pemanfaatan teknologi, penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat, serta perluasan akses terhadap pembiayaan dan pasar,” ujar Paulus dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).
Ia menegaskan, pengembangan potensi ekonomi daerah perlu memberikan nilai tambah yang lebih besar kepada masyarakat. Karena itu, petani, peternak, dan pekebun diharapkan tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah, tetapi juga memperoleh peluang dari pengolahan hasil produksi dan pengembangan rantai usaha lokal.
“Harapannya, masyarakat tidak hanya berperan sebagai produsen bahan mentah, tetapi juga memperoleh peluang untuk meningkatkan nilai tambah melalui pengolahan hasil komoditas dan pembentukan rantai ekonomi lokal yang lebih kuat,” katanya.
Menurut Paulus, pendekatan tersebut penting agar pertumbuhan ekonomi daerah dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, terutama mereka yang menggantungkan penghidupan pada sektor produktif.
*Pendidikan Jadi Investasi Masa Depan*
Selain transformasi ekonomi, Paulus menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi penting bagi kemajuan Sumba Tengah.
Ia menilai masyarakat yang cerdas, terampil, sehat, dan berdaya saing merupakan modal utama untuk mengelola potensi daerah sekaligus menghadapi tantangan pembangunan pada masa mendatang.
“Pendidikan sangat penting karena menjadi instrumen utama untuk membuka kesempatan, mengurangi kesenjangan, dan memutus rantai kemiskinan,” ujarnya.
Menurut dia, pembangunan pendidikan tidak cukup hanya dengan menyediakan sarana dan prasarana sekolah. Pemerintah juga perlu memperhatikan peningkatan kualitas tenaga pendidik, pemerataan akses pendidikan hingga wilayah yang sulit dijangkau, serta dukungan bagi masyarakat agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah pemberian beasiswa kepada pelajar dan mahasiswa. Paulus menyatakan, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran beasiswa setiap tahun dan jumlahnya terus bertambah.
Ia berharap dukungan pendidikan tersebut dapat memperluas kesempatan generasi muda untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik, meningkatkan keterampilan, dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri.
Dengan SDM yang semakin berkualitas, Sumba Tengah diharapkan mampu memperkuat kapasitas daerah dalam mengelola sumber daya, meningkatkan produktivitas ekonomi, dan menciptakan peluang pembangunan yang lebih luas.
*Pertanian & Peternakan Berkelanjutan*
Paulus juga menekankan pentingnya membangun sistem pertanian dan peternakan yang produktif, tangguh, dan berkelanjutan. Kedua sektor tersebut dinilai memiliki posisi penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Namun, pengembangannya perlu memperhatikan berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, produktivitas lahan, biaya produksi, hingga fluktuasi harga komoditas.
Karena itu, penguatan sektor pertanian dan peternakan perlu dilakukan melalui peningkatan kapasitas petani dan peternak, perbaikan infrastruktur produksi, pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, serta perluasan akses terhadap pembiayaan dan pemasaran.
Di sektor peternakan, upaya peningkatan produktivitas dapat didukung melalui perbaikan kualitas bibit, ketersediaan pakan, pelayanan kesehatan hewan, dan tata niaga yang lebih efisien. Sementara itu, pengembangan pertanian perlu diarahkan pada peningkatan produktivitas, diversifikasi komoditas, perbaikan penanganan pascapanen, dan pengolahan hasil produksi.
Menurut Paulus, penguatan kedua sektor tersebut harus menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi yang berorientasi jangka panjang.
Dengan demikian, pertanian dan peternakan tidak hanya menghasilkan komoditas, tetapi juga mampu menggerakkan kegiatan usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.
*Mandiri & Berkelanjutan*
Paulus menegaskan, transformasi pembangunan Sumba Tengah harus dilaksanakan melalui pendekatan yang terintegrasi, dengan menghubungkan penguatan ekonomi, peningkatan kualitas SDM, pengembangan sektor produktif, dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Menurut dia, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah program yang dilaksanakan, tetapi juga oleh manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
Setiap kebijakan perlu memiliki sasaran yang terukur, dilaksanakan secara konsisten, dan dievaluasi secara berkala agar tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta tujuan pembangunan daerah.
“Masa depan Sumba Tengah harus dibangun dengan keyakinan bahwa potensi daerah dapat menjadi sumber kemakmuran apabila dikelola secara tepat, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” kata Paulus.
Ia berharap penguatan ekonomi berbasis pangan, peternakan, dan perkebunan, yang disertai peningkatan kualitas pendidikan serta pembangunan SDM, dapat menjadi landasan bagi terwujudnya Sumba Tengah yang semakin mandiri, maju, dan berdaya saing.
Melalui agenda transformasi tersebut, pembangunan diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, namun memperluas kesempatan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan menikmati hasil pembangunan secara lebih merata.
Timredaksi.com, Jakarta - Ketua Umum Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung Republik Indonesia (FORSIMEMA-RI), Syamsul Bahri,…
Timredaksi.com, Malaysia — Kementerian Agama membagikan pengalaman dan kebijakan strategis Indonesia dalam memajukan pemberdayaan ekonomi…
Timredaksi.com, Jakarta — Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi mencatat realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar…
Timredaksi.com, Jakarta — Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA) akan menyelenggarakan The 6th…
Timredaksi.com, Jakarta – Mahkamah Agung RI menerima kunjungan kehormatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri),…
MEDAN - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan…