Ekonomi

Nilai Kebebasan Berpikir Mahasiswa dan Rezim Anti Demokrasi

Nilai Kebebasan Berpikir Mahasiswa dan Rezim Anti Demokrasi

Oleh. Farkhan Evendi (Ketua Umum Bintang Muda Indonesia)

Kampus adalah tempat dimana para mahasiswa menggali ilmu, tempat dimana para akademisi dihargai dalam strata keilmuannya. Mahasiswa yang diasah bukan hanya isi otaknya tapi memiliki hati nurani, akal sehat, serta berpikir kritis dalam pemikirannya. Sehingga dari Kampuslah dilahirkan kaum intelektual, akademisi yang merupakan tulang punggung untuk tumbuhnya Demokrasi dinegeri ini.

Organisasi internal Kampus seperti BEM dan juga ekternal seperti HMI, PMII, GMNI, KAMMI dan banyak lagi yang akan terus bertumbuh dan kebanyakan anggotanya adalah para mahasiswa. Minat kalangan mahasiswa untuk mengikuti aktivitas organisasi Karena didorong Oleh pemikiran2 untuk kemajuan bangsa dan negaranya. Maka mahasiswa berkumpul untuk menuangkan pemikiran tersebut sesuai jalur organisasinya masing-masing.

Mereka dilatih untuk menuangkan bakat dan kemampuan dalam kepemimpinan dan tenggelam dalam lembar-lembar buku bacaan yang menambah wawasan berpikir. Keberanian para mahasiswa dalam menyikapi keadaan sosial politik berasal Dari kesadaran, pengetahuan dan gejolak darah muda yang selalu membara untuk melakukan perubahan ke arah tujuan yang lebih baik.

Namun seiring waktu yang berjalan, perubahan yang diterapkan untuk kampus sekarang tampak beda. Rektor kampus sekarang ini dipilih oleh Presiden, maka secara sadar atau tidak sadar pihak kampus akan bergeming dan bereaksi apabila muncul gerakan mahasiswa yang mengkritik Presiden.

Rangkap jabatan sebagai rektor kampus sekaligus komisaris di BUMN, apakah ini dibenarkan? Mungkin Bisa dibenarkan bagi mereka yang hanya bisa meniru berpikir. Gerakan untuk mendongkel pihak rektoral kampus yang merangkap komisaris BUMN sia-sia dan diabaikan oleh pihak yang berwenang. Maka saat ini jika mahasiswa bergerak mengganggu penguasa dianggap mengganggu kampus, inilah lemahnya mental seseorang yang memiliki rangkap jabatan dikampus. Hal seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya.

Kampus jangan menjadi alat pembungkam dari jiwa-jiwa mahasiswa yang merdeka. Kampus saat ini dimasuki maling dan mencuri satu hal yang sangat mendasar dan sakral dilingkungan kampus yaitu; Kebebasan berpikir. 

Seperti yang dialami BEM UI, akun milk mereka diretas alias di begal dan secara serentak olok-olokan orang yang pro istana naik kepermukaan terutama di media sosial. Ade Armando sebagai dosen UI dan pegiat medsos yang ada di lingkaran istana, menyerang pribadi ketua BEM UI. Secara tidak langsung merusak citra kampus UI dengan mengatakan bahwa ; masuk UI dulu menyogok ?. Dengan ucapan Ade Armando sebagai dosen UI, maka wibawa kampus UI yang dikenal sebagai kampus ‘keramat” bagi gerakan mahasiswa Indonesia jelas dilecehkan oleh dosennya sendiri.

Nilai Kebebasan berpikir sangat penting bagi kaum intelektual dan akademisi. Dukungan luas mengalir Dari berbagai Elemen untuk BEM UI. Indra.J. Piliang sebagai alumni UI turut menyuarakan Kebebasan berpikir. Sebagai alumni UI siap untuk berbaris bersama jika mengganggu sikap Kebebasan berpikir adik-adik mahasiswa di BEM UI. Dukungan lebih keras datang dari PB-HMI, dan juga DPN BMI serta Elemen masyarakat melalui media sosial yang terus mengalir. Jangan sampai citra UI yang melahirkan para cendikiawan yang kritis menjadi kampus yang terlihat mudah di intervensi kekuasaan. Jangan sampai kampus UI yang merupakan ” *Kapasitas terpasang menjadi terpasung Kebebasannya* dalam menyuarakan kritik dan pendapatnya.

Anehnya, orang-orang lingkaran kekuasaan mati akal sehatnya, karena menambah citra rezim seakan sangat alergi atau anti Demokrasi. Presiden sewajarnya diingatkan, untuk mengevaluasi kedalam dirinya sendiri dan pemerintahannya atas kritik yang diberikan oleh mahasiswa. Jangan coba membiarkan lingkaran istana menabur angin puting beliung kepada BEM UI yang akhirnya akan menuai badai kebangkitan Mahasiswa untuk bergerak dan melawan.

Kampus adalah tempat bertumbuhnya para akademisi dan melahirkan kaum cendikiawan dinegeri ini. Mahasiswa dan pemuda-pemudi sebagai pilar-pilar Demokrasi yang akan terus bertumbuh dalam pemikiranya untuk membela kepentingan rakyat dan akan tetap selalu bersama rakyat.

Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat.

BMI Bergerak, Bergerak, Bergerak

Azzam Putra

Recent Posts

Gen Z Dominasi Pertumbuhan Nasabah Tabungan Emas Pegadaian

Timredaksi.com, Jakarta – PT Pegadaian mencatat fenomena menarik dalam peta investasi nasional sepanjang tahun 2025.…

5 days ago

Perspektif Islam: Pendekatan Holistik Hadapi Tantangan Zaman Modern

Perspektif Islam: Pendekatan Holistik Hadapi Tantangan Zaman Modern Oleh : Meirsa Sawitri Hayyusari Bandung –…

1 week ago

PLT. Ketua DPD BMI DKI Jakarta Siapkan Pengajian Akhir Tahun sebagai Penegasan Arah Baru

Timredaksi.com, Jakarta — Ketua Dewan Pimpinan Daerah Bintang Muda Indonesia (DPD BMI) DKI Jakarta, Ghiffari…

2 weeks ago

Libur Natal dan Tahun Baru, Kemenag Siapkan 6.919 Masjid Ramah Pemudik

Timredaksi.com, Jakarta - Kementerian Agama menyiapkan 6.919 Masjid Ramah Pemudik di berbagai daerah untuk melayani…

3 weeks ago

Capt laut Suprihati : Ibu yang Tangguh momentum Hari Ibu 2025

Timredaksi.com, Jakarta - Momentum Hari Ibu tanggal 22 Desember 2025 menjadi momen spesial bagi Capt…

3 weeks ago

Bus PO Cahaya Trans Kecelakaan di Tol Krapyak, Uji KIR Diduga Kedaluwarsa Sejak 2020

Timredaksi.com, Jakarta – Bus PO Cahaya Trans bernomor polisi B 7201 IV yang mengalami kecelakaan…

3 weeks ago