News

Ngeri… Ancaman Rudal Balistik & Hiperesonik Ada Radius Kalimantan Timur Begini Infonya:

Jakarta_timredaksi.com–Direktur Pertahanan dan Keamanan Bapenas Indonesia, Bogat Widyatmoko, menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia sedang “bersiap” menghadapi tantangan serta  ancaman baru menyusul pemindahan Ibu Kota Indonesia (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Menurut Bogat Widyatmoko diantara tantangan, ancaman geostrategis baru yakni posisi IKN terletak sangat dekat dengan perbatasan Malaysia. Dirinya menyinggung posisi Kalimatan Timur (Kaltim) yang berdekatan dengan Flight Information Region (FIR) beberapa negara.

“Sementara dari sisi udara, lokasi IKN dekat dengan Flight Information Region (FIR) milik negara tetangga, seperti Singapura, Kinabalu Malaysia, dan Manila, Filipina,” ujarnya Bogat Widyatmoko dikutip Zonajakarta.com, Rabu 29/12/2021

Lanjut dirinya mengatakan ancaman lebih serius yang dihadapi IKN tersebut dikarenakan  berada dalam radius Intercontinental Ballistic Missile (ICBM) dan rudal hipersonik negara-negara tertentu.

“Sayangnya, ibu kota negara bagian yang baru berada dalam radius jelajah ICBM rudal balistik antarbenua serta rudal  hipersonik negara-negara tertentu,” beber Bogat

Diinformasikan pemindahan IKN dari Jakarta ke Kaltim itu, Negara kita harus mempersiapkan dana sebesar Rp500 triliun. Sementara pemerintah Indonesia hanya bisa mendanai 20 persen melalui APBN dari total dana yang dibutuhkan untuk persiapan proyek pembangunan IKN itu.

Lanjut Menteri Keuangan, Sri Mulyani pemerintah harus menjual atau menyewakan aset yang ada di Jakarta jika ingin memindahkan ibu kota. Pemerintah sendiri sempat menunda pembangunan Ibu Kota baru di Kalimantan Timur pada tahun 2020 lalu.

Hal tersebut dikutip Zonajakarta.com, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memastikan rencana pembangunan Ibu Kota negara baru ditunda untuk tahun depan.

Suharso menegaskan, walaupun pembangunan ditunda ia menyebutkan pihaknya akan tetap melanjutkan pembahasan masterplan hingga pembangunan infrastruktur dasar di kota sekitar IKN baru tersebut.

“Kita tetap dalam rangka persiapan, dan kita melanjutkan masterplan, dan pembangunan infrastruktur dasar di kota penyangga seperti Samarinda dan Balikpapan,” terang Suharso kepada wartawan di Gedung DPR RI, Selasa 8/9/2020 lalu.

Masih dari keterangannya, karena itu pihaknya tetap mengalokasikan anggaran pada 2021 untuk pembahasan serta pembangunan dasar di kota penyangga tersebut.

Anggaran pembangunan infrastruktur dasar masuk dalam program perencanaan pembangunan nasional sebesar Rp831,4 miliar. (**ror)

Asrorie

Recent Posts

Gus Salam Denanyar Menguat sebagai Poros Alternatif Ketua Umum PBNU, Usung Rekonsiliasi dan Marwah Organisasi

Timredaksi.com, Jombang — Dukungan terhadap KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam Denanyar sebagai calon alternatif…

2 days ago

Menhut Raja Antoni Andalkan Hujan untuk Padamkan Karhutla: Ada Bibit Hujan, Kita Gelar OMC

Timredaksi.com, Jakarta -- Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni menyebut hujan menjadi cara paling efektif untuk…

2 days ago

Menhut Raja Antoni Minta Tak Land Clearing: Kondisi Bukan Musim Kering Biasa

Timredaksi.com, Kalbar - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni meminta masyarakat untuk tidak melakukan land clearing…

5 days ago

Atas Perintah Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar

Timredaksi.com, Kalbar - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni turun langsung ke Kalimantan Barat untuk memastikan…

5 days ago

Menhut Raja Antoni BKO-kan 5.000 ASN Kehutanan ke 6 Provinsi Prioritas Tangani Karhutla

Timredaksi.com, Kalbar - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni menyiapkan langkah penguatan penanganan kebakaran hutan dan…

5 days ago

Di Tengah Cek Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni Gelar Rapat Mendadak Penguatan Penanganan

Timredaksi.com, Kalsel - Menteri Kehutanan Raja Antoni mendadak mengumpulkan seluruh jajaran Kementerian Kehutanan saat melakukan…

6 days ago