Categories: AgamaFeaturedNews

Masjid Tertua di Kota Bandung Simpan Alquran Berusia 150 Tahun

Timredaksi.com – Sebuah Al Quran berusia 150 tahun terpajang di sebuah masjid tertua di Bandung, Jawa Barat. Al Quran itu hasil tulisan Mama Aden, sang pendiri masjid Mungsolkanas.

Ayobandung, jaringan Suara.com, meliput langsung ke sana. Sang reporter melihat sendiri Al Quran yang dipajang tersebut. Bila dilihat sekilas, bangunan masjid dua lantai bercat kuning yang terletak di RT02 RW02 Kelurahan Cihampelas, Kecamatan Coblong, Kota Bandung tidak nampak seperti gedung tua. Desainnya selaras dengan pemukiman di sekitarnya.

Namun siapa sangka, sejarah masjid tersebut adalah salah satu yang terpanjang di antara masjid-masjid lainnya di Kota Bandung. Didirikan pada 1869, Masjid Mungsolkanas disebut sebagai masjid tertua yang berdiri di Bandung.

Berdasarkan penuturan Wakil Ketua DKM Mungsolkanas, Rohman Priyatna (52), masjid tersebut telah mengalami renovasi total pada 1992. Sebelumnya renovasi bertahap dilakukan beberapa kali sejak 1950-an, menambal bentuk bangunan asli yang terbuat dari bambu beratapkan pelupuh.

Meski demikian, di tempat ini masih terdapat satu artefak sejarah yang dapat menghubungkan kisah-kisah awal berdirinya masjid dengan para jamaahnya saat ini. Yakni sebuah mushaf Al Quran berkuran cukup besar yang diletakkan di lantai dua.

Rohman menyebutkan bahwa Al Quran tersebut telah ada sejak masa-masa awal Masjid Mungsolkanas didirikan, yakni sekitar 150-an tahun lalu. Kitab yang kini dipajang di balik sebuah kaca tersebut telah digunakan untuk mengaji oleh para jamaah terdahulu–termasuk oleh para pendiri masjid.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Memet (80), salah satu jemaah tertua Masjid Mungsolkanas saat ini. Dia yang telah rutin menyambangi masjid sejak masih berbentuk surau bambu menyebutkan bahwa Al Quran tersebut telah disimpan sejak lama.

“Sekitar tahun 1947-an itu Al Quran nya sudah ada, tapi yang dipakai ngaji sehari-hari ada yang lebih besar dan baru,” ungkap Memet ketika ditemui Ayobandung.com (jaringan Suara.com) belum lama ini.

Rohman menyebutkan bahwa Al Quran tersebut merupakan hasil tulis tangan dari salah satu pendiri Masjid Mungsolkanas, Abdurrohim Puradimadja alias Mama Aden bersama para santrinya. Mama Aden kala itu merupakan imam sekaligus pemberi nama masjid Mungsolkanas.

Nama tersebut merupakan akronim dari “Mangga Urang Ngaos Sholawat ka Kanjeng Nabi Muhammad SAW” atau sebuah ajakan untuk berselawat kepada Nabi terakhir umat Islam. Membaca selawat Nabi dan mempelajari kitab kuning, Rohman mengatakan, adalah ajaran turun-temurun yang diturunkan oleh para imam masjid tersebut hingga saat ini.

Mushaf tua tersebut ditaruh di atas nampan beralaskan kain hijau. Setiap ayatnya ditulis di atas lembaran kertas yang pinggirannya nampak mulai lusuh, namun relatif masih terbilang bersih. Masing-masing huruf juga masih terbaca dengan jelas.

Masjid Mungsolkanas sendiri sudah tidak memiliki ciri bangunan tua, berbeda dengan masjid bersejarah lainnya di Kota Bandung yang turut dibangun oleh koloni Belanda, seperti Masjid Cipaganti misalnya. Rohman mengatakan renovasi besar dilakukan setelah kepengurusan DKM masjid tersebut tidak berada di tangan garis keturunan pendiri sekaligus pewakaf tanah Masjid Mungsolkanas pada 1869, yakni seorang wanita bernama Lantenas.

“Setelah kepengurusan DKM tidak dilanjutkan oleh keturunanya, maka secara fisik pun dirombak habis. Tetapi kegiatan dan ajarannya tidak ada yang berbeda dari dulu sampai sekarang,” ungkap Rohman.

Meskipun sarat sejarah, dia mengatakan masjid tersebut memiliki kendala untuk dicatat sebagai salah satu cagar budaya Kota Bandung. Pasalnya, salah satu prasyarat yang harus dimiliki, yakni bangunan yang lebih tua dari 50 tahun tidak dapat terpenuhi usai renovasi.

Intan

Recent Posts

Raih Penghargaan Maritime Fleet Reliability dari The Iconomics, PT PELNI Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Brand Equity Berbasis Trust

Timredaksi.com, Jakarta - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT PELNI kembali meraih apresiasi bergengsi…

19 hours ago

Seminar Nasional Soroti Komitmen Prof. Abdul Mu’ti Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Timredaksi.com, Jakarta - Upaya mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menjadi perhatian dalam seminar nasional bertajuk…

2 days ago

Turnamen Mancing Empang HUB 4 Oktober 2026: Ruang Temu Komunitas Pemancing

Timredaksi.com, Tangerang Selatan – Buat sebagian orang, mancing masih dianggap kegiatan santai sekadar pengisi waktu…

5 days ago

JURTIM FEST 2026, Keputusan Juara Diubah Mendadak, Orang Tua Peserta Lomba Marawis Kecewa Berat & Sesalkan Sikap Juri

Timredaksi.com, Jakarta - Perubahan hasil juara secara mendadak dalam lomba marawis antar‑sekolah yang diselenggarakan UMKM…

5 days ago

Dari Data Menjadi Pemahaman: Perjalanan Muhammad Faris Ulul Azmi Mengedukasi Investor Pemula

Timredaksi.com, Jakarta — Akses terhadap edukasi pasar modal yang mudah dipahami menjadi kebutuhan penting di…

6 days ago

Perkuat Perlindungan Satwa dari Karhutla, Menhut Raja Antoni: Mereka Tak Bisa Minta Tolong

Timredaksi.com, Sumsel - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni menegaskan perlindungan satwa liar menjadi bagian penting…

1 week ago