News

Laskar Nahdliyin Yogyakarta Minta Gus Yahya Bertanggung Jawab atas Kegaduhan NU

Siaranindonesia.com, Jakarta – PBNU sekarang tengah menjadi sorotan berbagai pihak atas isu-isu kontroversial yang membuat resah kalangan nahdliyin. Ini menjadi keprihatinan kalangan kyai, ustad, dan para santri di pelosok kampung-kampung yang merupakan basis dari NU.

Salah satunya adalah Gus Ahmad Said dari Laskar Nahdliyin Yogyakarta (LNY). Menurutnya ada dua peristiwa kontroversial yang terjadi di PBNU dan peristiwa ini berurutan dalam waktu dekat.

Pertama, Juli 2024, lima anggota Nahdliyin pergi ke Israel dan bertemu dengan Presiden Isaac Herzog. Pertemuan kader muda NU ini sangat menyakiti perasaan umat muslim dan warga Nahdliyin Yogyakarta ditengah gencarnya Genosida Israel terhadap warga palestina.

“Anehnya pihak PBNU mengakui tidak tahu jika ada lima kadernya menemui presiden Israel Isaac Herzog, itu sungguh sangat mustahil dan janggal sekali,” Ucap Gus Said.

Kedua, PBNU mengundang Peter Berkowitz, seorang akademisi pro-Zionis, untuk menjadi narasumber pada program Akademi Kepemimpinan Nasional (AKN) NU pada Agustus 2025, ini juga sangat menyakiti perasaan umat muslim pada umumnya dan warga Nahdliyin khususnya.

Menurut Said sikap PBNU itu tidak mencerminkan sama sekali dengan asas ke-NU-annya. Sikap membela kalangan yang didholimi dan mustad’afin, apalagi menyangkut perjuangan kemerdekaan Palestina.

Meskipun Rais ‘Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar meminta program AKN NU dihentikan dan kerja sama dengan Center for Shared Civilizational Values (CSCV), yang terkait dengan Peter Berkowitz, ditangguhkan.

Said menambahkan harusnya program itu bukan hanya ditangguhkan tapi harus benar-benar dihentikan dan Gus yahya memberikan penjelasan sejelas-jelasnya kepada warga Nahdliyin apa itu CSCV dan lain-lain.

“Saya bersama laskar Nahdliyin Yogyakarta prihatin dan minta kepada PBNU untuk Tabayyun ke masyarakat sejelas-jelasnya. Saya kira Gus yahya sebagai Ketua Umum Tanfidziyah atau pelaksana organisasi yang harus bertanggung jawab atas kegaduhan ini,” tutup Gus Said.

Salsa Sabrina

Recent Posts

Dinilai Berhasil Jaga Kamtibmas, Warga Pademangan Berharap Kapolsek Tidak Dimutasi

Timredaksi.com, Jakarta - Sejumlah warga bersama pengurus Forum RT/RW di wilayah Pademangan menyampaikan aspirasi penolakan…

8 hours ago

‎Pegadaian Dukung Penerbitan Fatwa Kegiatan Usaha Bulion oleh DSN-MUI

Timredaksi.com, Jakarta – PT Pegadaian menjadi saksi hadirnya Fatwa No. 166 tentang Kegiatan Usaha Bulion…

1 week ago

Sah ! Putusan Kasasi MA 2014 La Ode Muh Djafar SH Dinobatkan sebagai Sultan Buton ke 39

Timredaksi.com, Jakarta - Penobatan La Ode Muhammad Djafar, S.H. sebagai Sultan Buton ke-39 memang merupakan…

1 week ago

Sederhana, Penuh Makna dan Pesan Hangat Ditengah Perayaan HUT Ke-6 BMI Demokrat

Timredaksi.com, Jakarta-Bintang Muda Indonesia (BMI), organisasi sayap partai Demokrat yang berfokus pada pengembangan kader muda,…

1 week ago

Kontroversi Waria Menjadi Ustadzah dan Pernikahan Sesama Jenis, Tokoh Pesantren Tegaskan Hukum dalam Islam

Timredaksi.com, Jakarta — Fenomena individu transgender atau waria yang tampil di ruang publik sebagai ustadzah…

1 week ago

Lantik DPD TMI se-NTT, Don Muzakir: TMI Harus Jadi Mata & Telinga Presiden

Timredaksi.com, Labuan Bajo – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia (DPN TMI), Don…

2 weeks ago