Pendidikan

Kebaya Adat Sunda Tradisional Klasik

Kebaya Adat Sunda Tradisional Klasik

Penulis: Winda Anggraeni

Disetiap Negara Indonesia memiliki beragam macam kebaya tradisional adat sunda klasik di Provinsi Jawa Barat terletak di daerah Kota Bandung ini memiliki kebaya tradisional klasik sebagai simbol yang diberi nama kain wiru , selendang , stagen , selop ,serta sanggul. Kebaya memang dianggap sebagai pakaian tradisional perempuan Indonesia sejak lama turun termurun dari Nenek Moyang.Namun pada zaman dahulu tersebut ,kebaya menjadi pakaian sacral seperti pernikahan,sunatan,Mojang jejaka.

Perbedaan kebaya modern dengan kebaya zaman dahulu sangat berbeda sekali karena desain kebaya modern masa ini lebih elegan ,variative dan dinamis bahan dari sutera katun tipis.Kebaya modern masa kini sering digunakan ke acara wisudaan , pernikahan, pesta tunangan serta acara lainnya.

Salah satu Kebaya adat sunda tradisional klasik di zaman modern ini anak-anak para Remaja dan atau bahkan orang tua secara mulai perlahan-lahan melupakan kebaya adat sunda tradisional klasik kurang diminatin , ketinggalan zaman.Mereka semua lebih baik memilih kebaya modern kekinian simple sekali baju daripada harus memilih kebaya tradisional adat sunda klasik.

Dampak Pengaruh Kebaya Modern ini sangat berpengaruh sekali dengan adanya tersebut dikarenakan dengan adanya kebaya tersebut sangat berdampak negatif para remaja dan orang tua sudah melupakan kebaya adat sunda tradisional klasik sudah sangat langka sekali dizaman modern ini kebaya adat sunda klasik ini ditemukan disebuah butik-butik kebayakan kebaya modern atau disebut kekini-kinian, dan kebaya tradisional adat sunda ini sudah sangat jarang ditemuin serta menjadi kebaya tradisional adat sunda klasik dibilang barang unik harga begitu fantasi mahal dibandingkan dengan harga kebaya modern tersebut .

Tidak sampai disitu saja kebaya adat sunda tradisional klasik memiliki lebih dari jenis pakaian adat.Ada suku yang membedakan pakaian adat berdasarkan kasta penggunanya.

Dizaman modern seperti ini menunjukkan kebaya adat sunda tradisional klasik tidak hanya menarik perhatian publik sebagai para konsumen, walaupun hanya orang-orang tertentu yang menyukainya, akan tetapi juga mendorong yang menyukai kebaya adat sunda tradisional klasik dan mendukung berbagai isu mengangkat kembali, kebaya adat sunda tradisional dengan cara menaikin trend agar masyarakat menyukai nya walaupun secara bertahan dengan cara seperti contoh misalkan kembali musim kepada zaman dahulu sebagai simbol mengingetkan kembali leluhur Nenek Moyang kita, dengan cara memunculkan kembali dengan mempromosikan tersebut secara trend besar-besaran dan atau secara endorse disebuah pesta pernikahan, pengantin menggunakan kebaya adat sunda tradisional klasik dengan artis terkenal yang memakainya darisitulah menjadi bahan perhatian media publik, agar menarik bahan perhatian masyarakat tersebut , biar banyak disukain , diminatinya tersebut.

Tujuan dari isu-isu tersebut agar masyarakat tidak boleh melupakan tradisikebaya adat sunda tradional klasik selalu inget dari leluhur nenek moyang bahwa kebaya adat sunda juga begitu sangat penting tidak boleh dapat dilupakannya , banyak sekali kisah-kisah sejarah-Nya di zaman dahulu kala.

Azzam Putra

Recent Posts

Menhut Raja Juli: Penindakan Perusahaan Terlibat Karhutla Tak akan Berhenti

Timredaksi.com, Kalimantan - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkap akan menindak tegas perusahaan yang terlibat…

15 hours ago

BPK Apresiasi Langkah Pemerintah Daerah dalam Memperbaiki Tata Kelola Keuangan Daerah

Timredaksi.com, Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyerahkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun…

3 days ago

Kemnaker Uji Coba Pelatihan Terhubung Industri untuk Tekan Kesenjangan Kompetensi

Timredaksi.com, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah menguji coba skema pelatihan hibrid yang menghubungkan pembelajaran…

4 days ago

Neng Eem Ajak Masyarakat Cianjur Perkuat Wawasan Kebangsaan Lewat Empat Pilar MPR RI

CIANJUR — Ketua Fraksi PKB MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz kembali melaksanakan kegiatan…

6 days ago

GEMPA BUKAN UKURAN DOSA SEBUAH DAERAH

GEMPA BUKAN UKURAN DOSA SEBUAH DAERAH Dr. DARYONO, anggota IABI Ketika suatu daerah dilanda gempa,…

1 week ago

Survei LKPI: Gerindra Pimpin Elektabilitas, PSI 4,3 Persen

Timredaksi.com, Jakarta - Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) memotret dinamika politik menjelang Pemilu 2029, termasuk…

1 week ago