News

Jangan Sampai Kelangkaan Obat Covid Karena Biaya Produksi dan Distribusi

Jakarta, Timredaksi.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan sidak di salah satu apotek di kawasan Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/7). Dalam sidak tersebut, Jokowi mengungkap obat antivirus COVID-19 seperti Oseltamivir, Favipiravir, dan Azithromycin sulit didapat.

Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima menyoroti langkanya obat-obat terapi COVID-19 itu. Ia mengatakan, jangan sampai masalah kelangkaan obat terapi Covid ini karena biaya produksi dan distribusi. Meski begitu, dia menyarankan pemerintah menyesuaikan harga eceran tertinggi (HET) untuk menjamin keterjangkauan obat-obat itu bagi pasien Corona.

BACA JUGA:

“Meminta pemerintah dan BUMN duduk bersama dengan semua stake holder termasuk pihak swasta untuk melakukan inventarisasi masalah mengapa masih kerap terjadi kelangkaan obat di lapangan,” kata Bima Aria seperti dikutip detikcom, Minggu (25/7/2021).

“Jika permasalahan yang ada itu terkait biaya produksi dan distribusi untuk obat tersebut yang jauh di atas HET yang ditetapkan pemerintah, maka pemerintah perlu menyesuaikan HET dengan catatan harus tetap terjangkau, dan jika terlampau mahal agar harga tetap terjangkau maka pemerintah juga perlu mendisuksikan subsidi bagi para produsen obat. Yang terpenting sekarang obat itu ada di masyarakat dan bisa dibeli dengan mudah dan terjangkau oleh masyarakat,” lanjutnya. .

Bima Aria pun meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan industri farmasi bisa menjamin ketersediaan obat-obat yang dibutuhkan saat pandemi virus Corona ini.

“Obat-obatan untuk terapi COVID-19 kesediaannya di seluruh apotek harus dijamin, khususnya oleh pemerintah melalui Kemenkes, Industri Farmasi swasta dan BUMN.” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta polisi turun tangan terkait kasus ini. Hal ini bertujuan agar tidak ada penimbunan obat-obatan untuk terapi COVID-19 oleh sebagian pihak.

BACA JUGA: 

“Saya heran kenapa obat-obatan terapi COVID-19 itu saat ini seolah-olah hilang di pasaran. Padahal para direktur utama BUMN farmasi dalam rapat bersama Komisi VI memastikan mereka telah memproduksi lebih dari jumlah kapasitas produksinya dalam memenuhi pasokan di pasaran selama pandemi ini,” ujar Dasco kepada wartawan, Sabtu (24/7).

“Saya meminta pemerintah serta aparat kepolisian untuk menyelidiki hilangnya obat-obatan ini. Jangan sampai adanya dugaan penimbunan obat terapi COVID-19 karena kepanikan masyarakat terhadap pandemi saat ini,” jelas Dasco.

Azzam Putra

Recent Posts

Puluhan Tokoh Sepakat Lanjutkan Gagasan Try Sutrisno, Kembali ke UUD 1945 dan Haluan Negara

Harmoninews.com, Jakarta — Puluhan tokoh, aktivis, akademisi, dan advokat berkumpul di sebuah restoran di kawasan…

3 days ago

BP BUMN Perkuat AirNav Indonesia untuk Keselamatan Penerbangan Nasional

Timredaksi.com, Jakarta — Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, didampingi Deputi Bidang Fasilitasi…

1 week ago

UP PKB Kedaung Angke resmi terapkan sistem Full Cycle Kemenhub, tingkatkan transparansi, efisiensi, dan keamanan uji kendaraan bermotor di Jakarta

Timredaksi.com, Jakarta – Transformasi digital di sektor transportasi terus bergulir. Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor…

1 week ago

Advokat Jakarta Ini Tawarkan Model Perlindungan Hukum Tripartit dan Peraturan Pemerintah Baru demi Lindungi 65 Juta UMKM di Era Digital

Timredaksi.com, Jakarta — Shri Hardjuno Wiwoho, S.H., M.M., advokat dan praktisi hukum asal Jakarta, resmi…

1 week ago

Integritas MA lagi Trend.Pimpinan MA segera wujudkan Integritas dalam penyelesaian konflik lahan Luwuk Sulteng, Pesan Ketum FORSIMEMA-RI

Timredaksi.com, Jakarta -- Mewujudkan integritas bukan hanya soal retorika di ruang sidang, melainkan aksi nyata…

2 weeks ago

Menteri Ekraf Lantik Jajaran Pejabat Kemenekraf, Tegaskan Jaga Integritas dan Loyalitas

Timredaksi.com, Jakarta – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, melantik Pejabat…

2 weeks ago