Timredaksi.com – Iran telah mengkritik Arab Saudi karena mengumumkan bahwa haji 2020 diberlakukan pembatasan untuk mengatasi virus corona berarti hanya Muslim yang tinggal di kerajaan yang akan diizinkan untuk menjalankan haji tahun ini.
“Kami berharap pemerintah Saudi dapat menangani masalah haji tahun ini dengan cara yang lebih baik,” kata Kepala Organisasi Haji Iran, Rida Rashidian dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir dari Middle East Monitor, Jumat, (26/6/2020).
Ia menambahkan: “Arab Saudi seharusnya mendengarkan pandangan negara-negara Islam lainnya dan mendapat manfaat dari kerja sama mereka dalam memecahkan masalah yang merupakan hasil dari pandemi di seluruh dunia.”
Organisasi itu mengatakan bahwa mereka telah mempersiapkan diri dengan sangat baik tahun ini dengan cara yang kompatibel dengan langkah-langkah kesehatan yang dapat melindungi para peziarah dari virus corona.
Teheran dan Saudi telah menandatangani perjanjian awal tahun ini yang menetapkan jumlah peziarah Iran menjadi 87.500.
Kepala Organisasi Haji Iran, Rida Rashidian, mengatakan bahwa para pejabat Haji Saudi tidak membalas pesan organisasinya dan pertanyaan tentang ziarah haji 2020.
Timredaksi.com, Jakarta – Seminar Nasional bertajuk "Pendidikan Bermutu untuk Semua: Menciptakan Generasi Unggul, Disiplin dan…
Timredaksi.com, Ciputat– Nama Hantavirus belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Kemunculannya memicu kekhawatiran sebagian masyarakat…
Timredaksi.com, Jakarta - Mandatori sentralisasi DHE SDA ke bank Himbara lewat PP 21/2026 sah secara…
Timredaksi.com, Jakarta - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) mengapresiasi langkah cepat dan…
Timredaksi.com, Serang – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak Dewan…
Timredaksi.com, Jakarta – Pengadilan Agama Jakarta Pusat terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan peradilan yang…