News

Indonesia-PEA Sepakati Pengelolaan Bersama Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Jadi Pusat Literasi Keagamaan

Timredaksi.com — Pemerintah Indonesia dengan Persatuan Emirat Arab (PEA) menandatangani kesepakatan pengelolaan bersama Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Kamis (12/1/23). Kesepakatan ditandatangani Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin dan Rektor Universitas Muhammad Bin Zayed PEA, Khaled Salem Al-Yabhouni Al-Dhahrei.

“Masjid Raya Sheikh Zayed Solo merupakan bukti kerja sama Pemerintah Indonesia dan Persatuan Emirat Arab. Sebagaimana kita ketahui, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kekayaan keragaman di dunia,” ungkap Kamaruddin dalam sambutannya.

Keragaman agama, suku, budaya, adat istiadat, sambung Kamaruddin, berjalan harmoni di Indonesia. Menurutnya, harmoni dalam keragaman ini menjadi daya tarik sekaligus kekhasan Indonesia yang dikagumi negara lain.

“Dibangunnya Masjid Raya Sheikh Zayed Solo bukan hanya karena daya tarik alam Indonesia, tetapi juga harmoni yang terjalin baik di Indonesia. Harmoni dan kerukunan antarumat beragama berjalan baik, kita saling menghormati dan bertoleransi di tengah perbedaan,” sambung Guru Besar Ilmu Hadis UIN Alauddin Makassar ini.

Kamaruddin juga menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh Pemerintah Kota Solo sejak peletakan baru pertama Masjid Raya Sheikh Zayed Solo pada 2021. Menurutnya, pengelolaan masjid ini hanya akan berlangsung baik dengan adanya kolaborasi seluruh pihak.

*Pusat Literasi Moderasi Beragama*

Ditemui usai penandatanganan kesepakatan pengelolaan bersama, Kamaruddin menjelaskan bahwa masjid yang berdiri megah di Kecamatan Banjarsari ini akan menjadi pusat literasi keagamaan. Masjid akan dikelola profesional dari sisi _idarah_ (manajemen administrasi), _imarah_ (aktivitas pemakmuran masjid), dan _ri’ayah_ (pemeliharaan fisik).

“Masjid akan dikelola profesional sebagai pusat peningkatan literasi keagamaan sekaligus pusat diseminasi paham agama moderat, Islam yang damai, toleran, menghargai dan menghormati perbedaan agama, suku, dan budaya,” tandasnya.

Hadir dalam penandatanganan kesepakatan, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib, Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Musta’in Ahmad, Kakankemenag Kota Solo, Hidayat Maskur, dan Kasubdit Kemasjidan, Akmal Salim Ruhana.

Hadir pula Imam Besar Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, KH. Abdul Rozaq Shofawi beserta jajarannya dan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. Ditandatangani pula kesepakatan pembangunan Solo _Cultural Center_ yang terintegrasi dengan Masjid Raya Sheikh Zayed.

Salsa Sabrina

Recent Posts

Menhut Raja Juli: Penindakan Perusahaan Terlibat Karhutla Tak akan Berhenti

Timredaksi.com, Kalimantan - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkap akan menindak tegas perusahaan yang terlibat…

13 hours ago

BPK Apresiasi Langkah Pemerintah Daerah dalam Memperbaiki Tata Kelola Keuangan Daerah

Timredaksi.com, Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyerahkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun…

3 days ago

Kemnaker Uji Coba Pelatihan Terhubung Industri untuk Tekan Kesenjangan Kompetensi

Timredaksi.com, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah menguji coba skema pelatihan hibrid yang menghubungkan pembelajaran…

4 days ago

Neng Eem Ajak Masyarakat Cianjur Perkuat Wawasan Kebangsaan Lewat Empat Pilar MPR RI

CIANJUR — Ketua Fraksi PKB MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz kembali melaksanakan kegiatan…

6 days ago

GEMPA BUKAN UKURAN DOSA SEBUAH DAERAH

GEMPA BUKAN UKURAN DOSA SEBUAH DAERAH Dr. DARYONO, anggota IABI Ketika suatu daerah dilanda gempa,…

1 week ago

Survei LKPI: Gerindra Pimpin Elektabilitas, PSI 4,3 Persen

Timredaksi.com, Jakarta - Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) memotret dinamika politik menjelang Pemilu 2029, termasuk…

1 week ago