News

Dulu Menjual Kelapa, Kini Membangun Industri

Timredaksi.com, Halmahera Utara – Transformasi kawasan transmigrasi di Kabupaten Halmahera Utara menunjukkan bagaimana hilirisasi mampu mengubah komoditas sederhana menjadi penggerak ekonomi daerah. Jika sebelumnya petani hanya menjual kelapa mentah dengan harga Rp500 hingga Rp700 per butir, kini harga kelapa di tingkat petani meningkat menjadi Rp2.500 hingga Rp3.000 per butir seiring tumbuhnya industri pengolahan yang menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, dan pasar yang lebih luas.

Perubahan tersebut menjadi salah satu fokus kunjungan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara bersama Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia, Wang Lutong, ke PT Natural Indococonut Organik (NICO) di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Rabu (3/6) lalu..

“Sesuai arahan Bapak Presiden, kita diminta melakukan industrialisasi dan hilirisasi. Dulu kawasan transmigrasi identik dengan produksi bahan mentah. Hari ini kita melihat langsung bagaimana industri dan hilirisasi mampu membentuk ekosistem ekonomi baru yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Menteri Iftitah.

Menurutnya, dampak terbesar dirasakan langsung oleh petani. Meningkatnya permintaan industri membuat harga kelapa naik berkali-kali lipat dibandingkan sebelumnya. Selain itu, industri juga menciptakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat sekitar.

“Hampir 85 persen tenaga kerja yang bekerja di sini merupakan masyarakat lokal. Mereka tidak hanya memperoleh pekerjaan, tetapi juga pendapatan yang lebih baik,” katanya.

Menteri Iftitah menjelaskan bahwa Halmahera Utara memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat industri kelapa nasional. Hal tersebut didukung oleh tingginya kebutuhan pasar internasional, khususnya Tiongkok.

“Kebutuhan kelapa di Tiongkok mencapai sekitar 4 miliar butir per tahun. Sementara produksi domestik mereka hanya sekitar 1 miliar butir. Artinya masih ada kebutuhan sekitar 3 miliar butir yang menjadi peluang besar bagi Indonesia,” ujarnya.

Peluang tersebut semakin terbuka dengan rencana pengembangan pabrik baru oleh PT NICO yang diproyeksikan mampu menggandakan kapasitas produksi hingga mencapai sekitar 570 juta butir kelapa per tahun. Investasi tersebut diperkirakan dapat menciptakan hingga 20 ribu lapangan kerja baru.

Duta Besar RRT untuk Indonesia, Wang Lutong, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis sebagai salah satu produsen kelapa terbesar dunia dan menjadi pemasok penting bagi kebutuhan pasar Tiongkok.

“Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Kami melihat peluang kerja sama yang sangat besar, tidak hanya dalam perdagangan, tetapi juga investasi dan pengembangan industri pengolahan kelapa,” ujar Dubes Wang.

Selain industri utama, pemerintah juga melihat peluang hilirisasi lanjutan dari berbagai bagian kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, termasuk serabut kelapa yang berpotensi dikembangkan menjadi produk industri maupun sumber energi terbarukan.

Kementerian Transmigrasi juga akan mendorong penguatan infrastruktur pendukung seperti jalan produksi dan fasilitas logistik guna meningkatkan daya saing kawasan.

“Yang sedang kita bangun bukan hanya pabrik. Kita sedang membangun ekosistem ekonomi baru. Ekosistem yang mampu meningkatkan pendapatan petani, menciptakan lapangan kerja, dan menghadirkan kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat,” pungkas Menteri Iftitah.

 

Salsa Sabrina

Recent Posts

ENAM TAHUN TAK KUNJUNG DIREALISASIKAN, AZAS TIGOR DESAK PEMERINTAH SEGERA BERLAKUKAN CUKAI MBDK

Timredaksi.com, Jakarta — Perlindungan kesehatan masyarakat tak boleh terus tertunda. Pemerintah didesak segera memberlakukan regulasi…

2 days ago

DISPERDAGIN KABUPATEN BANDUNG TERIMA KUNJUNGAN PESERTA KKP SESPIMMA POLRI ANGKATAN KE-76 TAHUN

Timredaksi.com, Bandung — Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bandung menerima kunjungan peserta Kuliah Kerja…

2 days ago

Anamcara Hotel Gelar Sesi Yoga dan Diskusi Kesehatan Perimenopause

  CIANJUR - Anamcara Hotel menggelar kegiatan kebugaran bertajuk Yoga at Anamcara pada Selasa (20/10/2026).…

3 days ago

Nalar Komunikasi Dialogis: Membongkar Hegemoni Instrumental dan Mengurai Kebuntuan di Tengah Krisis Kelompok

  Oleh: Ilham Ramadhan - Guru Ahli Pertama ​Paradoks terbesar dalam peradaban modern adalah bahwa…

4 days ago

DCW Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Jabatan dan Pengaturan Proyek di Kabupaten Demak

Timredaksi.com, Demak — Demak Corruption Watch (DCW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menelaah sejumlah…

4 days ago

Agenda Reforma Agraria di Tengah Badai Korupsi

Agenda Reforma Agraria di Tengah Badai Korupsi Oleh: Fani Ruusul Masail (Dosen Hukum Institut Al…

4 days ago