Jakarta_timredaksi.com–Anggota DPR Mukhlis Basri meminta pemerintah Kota Bandar Lampung lebih memperketat tempat hiburan-hiburan malam di Kota Bandar Lampung.
Hal tersebut buntus kasus penusukan yang menewasakan anggota TNI Angkatan Darat (AD) yang terjadi di Tokyo Space Cafe, Kecamatan Enggal, Bandar Lampung, Minggu 14 Mei 2022.
Legislator dapil Lampung I itu menyampaikan bahwa pemeritah Kota Bandar Lampung lalai dalam pengawasan tempat hiburan malam itu
“Pemda juga kenapa membiarkan. Seharunya ada pengawasan,” ujar Muklis Basri di gedung Nusantara I Senayan Jakarta, Kamis 19/5/2022.
Anggota suara terbanyak PDIP wakilan rakyat Lampung I itu meminta agar pihak terkait bisa memperketat tempat hiburan di kota Gajah itu.
“Kita menghimbau agar ditempat hibura-hiburan di Bandar Lampung bisa diperketat,” jelasnya
Anggota DPR RI komisi I mempertayakan kegiatan usaha kafe membuka hingga dini hari, dan ia juga menyangkan keberadaan anggota TNI berada di tempat kafe tersebut.
“Kemudian kenapa juga sampai malam, kemudian kenapa juga anggota TNI ada di kafe. Saya berharap semuanya harus introspeksi,” jelasnya
Lebih lanjut mantan Bupati Lambar berharap kasus menewaskan Prada AAS segera cepat terungkap.
“Bagi aparat penegak hukum mudah-mudahan secepatnya menangungkap kasus ini. Kita berharap pelaku diadili sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.
Sekedar diketahui sebelumnya, Prada AAS tewas setelah ditusuk dalam perkelahian di Bandar Lampung. Anggota TNI AD itu diduga terlibat perkelahian dengan sesama pengunjung di Tokyo Space Cafe, Kecamatan Enggal, Kota Bandar Lampung.(ror)
Timredaksi.com, Jakarta — Perlindungan kesehatan masyarakat tak boleh terus tertunda. Pemerintah didesak segera memberlakukan regulasi…
Timredaksi.com, Bandung — Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bandung menerima kunjungan peserta Kuliah Kerja…
CIANJUR - Anamcara Hotel menggelar kegiatan kebugaran bertajuk Yoga at Anamcara pada Selasa (20/10/2026).…
Oleh: Ilham Ramadhan - Guru Ahli Pertama Paradoks terbesar dalam peradaban modern adalah bahwa…
Timredaksi.com, Demak — Demak Corruption Watch (DCW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menelaah sejumlah…
Agenda Reforma Agraria di Tengah Badai Korupsi Oleh: Fani Ruusul Masail (Dosen Hukum Institut Al…