News

Danantara Dorong Pertagas Perkuat Jargas Nasional, Tekan Impor LPG

Timredaksi.com, Jakarta — Danantara Indonesia dan BP BUMN mendorong PT Pertamina Gas (Pertagas) mengambil peran strategis dalam pengembangan jaringan gas (jargas) nasional, khususnya untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga. Pengembangan jargas dinilai dapat menjadi salah satu upaya untuk menekan subsidi energi sekaligus mengurangi devisa yang keluar untuk memenuhi kebutuhan LPG melalui impor.

Hal tersebut disampaikan Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria dalam pertemuan dengan jajaran direksi Pertagas di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

“Kalau ini bisa kita lakukan ke depan, menurut saya Pertamina Gas ini akan menjadi justru enabler untuk kita menurunkan subsidi di sisi energi kita, yang kedua juga mencegah terjadinya defisit outflow kita,” ujar Dony, mengutip dari Instagram resmi BP BUMN.

Menurut Dony, penguatan jaringan gas menjadi kunci dalam mengoptimalkan pemanfaatan gas domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor. Infrastruktur jargas yang semakin terintegrasi diharapkan dapat membuka ruang efisiensi yang lebih besar dalam pemenuhan kebutuhan energi masyarakat.

“Jadi kuncinya adalah dari jaringan gas. Nah ini akan menjadi fokus kita ke depan. Kalau itu kita bisa lakukan, devisa kita yang tidak perlu terbuang sia-sia itu banyak sekali bisa kita hemat,” kata Dony.

Dalam pertemuan tersebut, Pertagas menyampaikan bahwa perusahaan saat ini memiliki peran penting dalam pengoperasian jaringan transportasi gas di Pulau Jawa. Salah satunya melalui pengoperasian pipa transmisi Cirebon–Semarang yang sebelumnya dibangun oleh Kementerian ESDM dengan pendanaan APBN dan selanjutnya operatorship diserahkan kepada Pertagas melalui mekanisme tender.

Untuk memperkuat peran tersebut, Pertagas diarahkan menyiapkan masterplan jargas nasional yang dapat menjadi acuan pengembangan jaringan gas ke depan. Masterplan tersebut akan memuat arah pengembangan secara menyeluruh, termasuk kesiapan infrastruktur, model bisnis, serta strategi pengembangan pasar.

Pengembangan jargas juga dapat dimulai dari kota-kota besar dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur dan kebutuhan pasar, seperti Jakarta dan Surabaya.

Penguatan jargas nasional diharapkan tidak hanya meningkatkan pemanfaatan gas domestik, tetapi juga menciptakan efisiensi dalam sistem energi nasional. Dengan infrastruktur yang terintegrasi dan pengembangan pasar yang tepat, jargas dapat menjadi bagian penting dari upaya mengurangi ketergantungan pada LPG impor sekaligus menekan beban subsidi energi.

Salsa Sabrina

Recent Posts

HIPKA Cianjur Targetkan Cetak 100 Pengusaha Muda

CIANJUR - Himpunan Pengusaha KAHMI Kabupaten Cianjur memanfaatkan momentum peringatan hari jadi ke-16 untuk memperkuat…

2 hours ago

Baterai Mobil Listrik Tua Rusak Berisiko Bikin Biaya Perbaikan Membengkak

  JAKARTA - Kalangan industri otomotif global tengah menyoroti mahalnya biaya penggantian baterai pada mobil…

1 day ago

Mas Ridwan, Perantau Trowulan yang Membangun Hidup Baru dari Nol di Palm Springs

Timredaksi.com, Mojokerto – Mas Ridwan, perantau asal Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, yang kini menetap di…

1 day ago

Lima Pejabat Lapas Cibinong Dinonaktifkan Buntut Temuan Fasilitas Mewah

Timredaksi.com, Jakarta – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menonaktifkan lima pejabat struktural Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)…

4 days ago

Raih Penghargaan Maritime Fleet Reliability dari The Iconomics, PT PELNI Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Brand Equity Berbasis Trust

Timredaksi.com, Jakarta - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT PELNI kembali meraih apresiasi bergengsi…

5 days ago

Seminar Nasional Soroti Komitmen Prof. Abdul Mu’ti Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Timredaksi.com, Jakarta - Upaya mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menjadi perhatian dalam seminar nasional bertajuk…

6 days ago