Moeldoko (Instagram)
Timredaksi.com, Jakarta – Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga mengatakan ada kemungkinan reshuffle kabinet akan terjadi pasca purna bakti Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
“Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampaknya akan memasukkan Hadi Tjahjanto dalam Kabinet nya. Hadi Tjahjanto dinilai jenderal yang sangat loyal kepada Jokowi selama menjabat Panglima TNI,” ujarnya, Sabtu.
Posisi yang kemungkinan akan diisi Hadi Tjahjanto Menko Polhukam atau Kepala Staf Kepresiden (KSP).
Kursi tersebut kalau pun diganti dinilai tidak akan mengusik partai pendukung Jokowi.
Karena itu, mengganti salah satu dari dua kursi tersebut tidak akan mengganggu soliditas antarpartai pendukung.
Dari dua kursi tersebut, yang paling aman mengganti KSP Moeldoko. Sebab, Moeldoko tidak punya dukungan massa dan belakangan ini menjadi tokoh yang kontroversial.
Moeldoko setidaknya membuat heboh dengan keterlibatannya mengusik Partai Demokrat. KLB Partai Demokrat di Deli Serdang yang “mengangkatnya” menjadi ketua umum tampaknya sudah merusak marwah dan kredibilitasnya di publik.
“Konfrontasinya dengn ICW tampaknya turut memperlemah kepercayaan masyarakat terhadp Moeldoko. Hal ini dapat menjadi beban bagi Jokowi dalam memimpin kabinet hingga 2024.”
Berbeda halnya bila Hadi Tjahjanto mengisi kursi Menko Polhukam yang saat ini diisi Mahfud MD.
Meskipun Mahfud bukan orang partai, namun dukungan NU sangat kuat.
Karena itu, bila Mahfud diganti ada kemungkinan akan mendapat reaksi keras dari NU. Hal itu kiranya tidak diinginkan Jokowi.
Selain itu, kehadiran Mahfud di Menko Polhukam sangat diperlukan untuk menjaga demokrasi di tanah air.
Sebab, indeks demokrasi belakangan ini terus menurun, sehingga membuat khawatir para demokrat akan kelangsungan demokrasi di tanah air.
Jadi, para demokrat akan berekasi keras bila Menko Polhukam diisi sosok yang kental dari militer. Reaksi para demokrat kiranya juga tidak diinginkan Jokowi.
“Karena itu, kalau Hadi Tjahjanto akan dimasukkan dalam kabinet, peluang terbesarnya mengganti KSP Moeldoko.
Posisi ini paling aman diganti, yang kemungkinan riaknya paling kecil dan beban Jokowi dapat diminialkan,” tandasnya.
(Salsa /Montt/telusur/news).
Timredaksi.com, Jakarta - Sejumlah warga bersama pengurus Forum RT/RW di wilayah Pademangan menyampaikan aspirasi penolakan…
Timredaksi.com, Jakarta – PT Pegadaian menjadi saksi hadirnya Fatwa No. 166 tentang Kegiatan Usaha Bulion…
Timredaksi.com, Jakarta - Penobatan La Ode Muhammad Djafar, S.H. sebagai Sultan Buton ke-39 memang merupakan…
Timredaksi.com, Jakarta-Bintang Muda Indonesia (BMI), organisasi sayap partai Demokrat yang berfokus pada pengembangan kader muda,…
Timredaksi.com, Jakarta — Fenomena individu transgender atau waria yang tampil di ruang publik sebagai ustadzah…
Timredaksi.com, Labuan Bajo – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia (DPN TMI), Don…