News

BMI Nilai BPIP Harus Introspeksi Diri dan Perlu Dievaluasi

Timredaksi.com, Jakarta – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar lomba penulisan ‘Hormat Bendera Menurut Hukum Islam’ dan ‘Menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam’.

Agenda lomba yang digagas oleh BPIP itu pun menuai kritik dari berbagai kalangan. Bahkan ada yang meminta Presiden Jokowi untuk membubarkan BPIP karena dinilai hanya membikin gaduh ditengah suasana pandemi seperti ini.

Ketua Umum DPN BMI Farkhan Evendi menyebut bahwa lomba karya tulis yang digagas BPIP malah justru dapat menimbulkan benturan antara agama dan negara, itu juga sangat tendensius.

“Proses perjalanan pembumian Pancasila kini kian terdegradasi, setelah Tes Wawasan Kebangsaan yang melukai rakyat kini muncul BPIP yang memicu kegaduhan dan ini liar sekali mereka membawa BPIP bikin gaduh,” ujar Farkhan.

Menurut Farkhan, semestinya BPIP menghadirkan kembali spirit dan nilai-nilai Pancasila dan UUD1945 yang ideal dalam tataran sikap, cara pandang dan aksi nyata. Bukan malah justru membikin gaduh dengan membenturkan Pancasila dengan agama.

Farkhan menilai kritik yang telah dilakukan Cendikiawan Busyro Muqodas dan cendikiawan lain terhadap BPIP dinilai merupakan kritikan yang sangat keras. Apalagi banyak pihak yang minta Presiden Jokowi untuk membubarkan BPIP.

“Wacana pembubaran BPIP bakal lebih serius dari isu lain karena saat ini Busyro Muqoddas tokoh yang memiliki jaringan banyak di berbagai kampus,” jelas Farkhan.

“Beliau sudah tua tapi marah dibuat oleh kerjaan ngelindur kalangan BPIP, kami setuju kalau BPIP dievaluasi,” sambung Farkhan.

Farkhan menyebut bahwa seluruh kekuatan BMI di berbagai daerah siap bekerja sama dengan kampus manapun untuk memberi evaluasi dan kritikan terhadap BPIP membersamai Busyro Muqoddas dan jaringan kampus seluruh Indonesia.

Farkhan menilai kedudukan BPIP perlu dievaluasi karena dinilai tidak efektif dan efisien dalam memberikan Pembinaan Ideologi Pancasila.

“Gak lazim dengan posisi seperti ini, maka kita pun dapat mempertanyakan lebih jauh apakah BPIP harus dipertahankan,” pungkas Farkhan. (Salsa)

Salsa Sabrina

View Comments

Recent Posts

Gen Z Dominasi Pertumbuhan Nasabah Tabungan Emas Pegadaian

Timredaksi.com, Jakarta – PT Pegadaian mencatat fenomena menarik dalam peta investasi nasional sepanjang tahun 2025.…

5 days ago

Perspektif Islam: Pendekatan Holistik Hadapi Tantangan Zaman Modern

Perspektif Islam: Pendekatan Holistik Hadapi Tantangan Zaman Modern Oleh : Meirsa Sawitri Hayyusari Bandung –…

1 week ago

PLT. Ketua DPD BMI DKI Jakarta Siapkan Pengajian Akhir Tahun sebagai Penegasan Arah Baru

Timredaksi.com, Jakarta — Ketua Dewan Pimpinan Daerah Bintang Muda Indonesia (DPD BMI) DKI Jakarta, Ghiffari…

2 weeks ago

Libur Natal dan Tahun Baru, Kemenag Siapkan 6.919 Masjid Ramah Pemudik

Timredaksi.com, Jakarta - Kementerian Agama menyiapkan 6.919 Masjid Ramah Pemudik di berbagai daerah untuk melayani…

3 weeks ago

Capt laut Suprihati : Ibu yang Tangguh momentum Hari Ibu 2025

Timredaksi.com, Jakarta - Momentum Hari Ibu tanggal 22 Desember 2025 menjadi momen spesial bagi Capt…

3 weeks ago

Bus PO Cahaya Trans Kecelakaan di Tol Krapyak, Uji KIR Diduga Kedaluwarsa Sejak 2020

Timredaksi.com, Jakarta – Bus PO Cahaya Trans bernomor polisi B 7201 IV yang mengalami kecelakaan…

3 weeks ago