News

BMI Berikan Solusi Pembagian Bansos Adil dan Merata

Jakarta, Timredaksi.com — Penyaluran bantuan sosial (bansos) dari pemerintah kepada masyarakat masih terdapat banyak permasalahan. Persoalan utama adalah data bansos yang dinilai masih carut marut sehingga akhirnya berujung pada penundaan dan adanya tindakan pungutan liar (pungli).

Carut marut data bansos pada dasarnya merupakan persoalan lama yang terus bergulir hingga di era Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Ketua Umum DPN BMI Farkhan Evendi mengatakan, pembagian bansos maupun uang tunai sebaiknya dilakukan oleh dinas sosial setempat, mereka bisa melakukan secara door to door dengan pengawalan TNI-Polri.

“Biar tidak ada lagi terjadi masalah dan untuk mengantisipasi masalah, sebaiknya dilakukan langsung door to door dengan dikawal TNI-Polri, seperti yang dilakukan oleh Presiden Jokowi saat membagikan bansos,” ujar Farkhan.

Pada saat membagikan, tentu dinas sosial akan mendata satu persatu penerima bansos, disamping data yang sudah dimiliki oleh pemerintah. Sehingga ketika turun ke lapangan masyarakat tidak perlu lagi mengantri dan tentunya soal data penerima juga dapat langsung diawasi, baik oleh dinas sosial maupun RT/RW setempat yang melibatkan TNI-Polri.

“Ini juga untuk mengantisipasi adanya pungutan liat yang dilakukan oleh oknum, masyarakat saya yakin akan senang kalau pembagian bansos atau uang tunai diberikan langsung door to door. Ini kan juga pernah dilakukan oleh TNI-Polri dan juga BIN,” ucap Farkhan.

Menurut Farkhan, carut marut data penerima bansos jangan terus berulang. Selain itu, jangan sampai ada pihak-pihak yang mau memanfaatkan situasi ditengah sulitnya kondisi masyarakat dengan melakukan tindakan korupsi dana bansos.

Farkhan juga berharap, pembagian dana bansos jangan menjadi ranah politik untuk unjuk gigi dan cari muka.

“Kalau memang bansos itu bantuan dari pemerintah, ya sampaikan bahwa itu bantuan pemerintah. Kalau bantuan dari pribadi atau kelompok tertentu, ya sampaikan saja bahwa itu dari pribadi atau kelompok tertentu,” sambung Farkhan.

Farkhan menilai, masyarakat saat ini sangat butuh bantuan pemerintah di tengah lamanya kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang hari ini adalah hari terakhir Pemberlakukan PPKM.

Salsa Sabrina

Recent Posts

BP BUMN Perkuat AirNav Indonesia untuk Keselamatan Penerbangan Nasional

Timredaksi.com, Jakarta — Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, didampingi Deputi Bidang Fasilitasi…

4 days ago

UP PKB Kedaung Angke resmi terapkan sistem Full Cycle Kemenhub, tingkatkan transparansi, efisiensi, dan keamanan uji kendaraan bermotor di Jakarta

Timredaksi.com, Jakarta – Transformasi digital di sektor transportasi terus bergulir. Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor…

4 days ago

Advokat Jakarta Ini Tawarkan Model Perlindungan Hukum Tripartit dan Peraturan Pemerintah Baru demi Lindungi 65 Juta UMKM di Era Digital

Timredaksi.com, Jakarta — Shri Hardjuno Wiwoho, S.H., M.M., advokat dan praktisi hukum asal Jakarta, resmi…

4 days ago

Integritas MA lagi Trend.Pimpinan MA segera wujudkan Integritas dalam penyelesaian konflik lahan Luwuk Sulteng, Pesan Ketum FORSIMEMA-RI

Timredaksi.com, Jakarta -- Mewujudkan integritas bukan hanya soal retorika di ruang sidang, melainkan aksi nyata…

7 days ago

Menteri Ekraf Lantik Jajaran Pejabat Kemenekraf, Tegaskan Jaga Integritas dan Loyalitas

Timredaksi.com, Jakarta – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, melantik Pejabat…

7 days ago

Badilum Gelar Bimtek Evaluator Penilaian ZI, Tekankan Integritas Harga Mati

Timredaksi.com, Jakarta - Dalam rangka mendorong peningkatan kualitas pelaksanaan evaluasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju…

2 weeks ago