Ekonomi

Apple ke Parler: Hapus Konten Kekerasan atau Tamat Riwayat!

Jakarta – Setelah Google yang menyikat Parler di Play Store, Apple juga menyerukan tindakan tegas. Bedanya, perusahaan yang didirikan mendiang Steve Jobs ini melancarkan ultimatum ke pembuat Parler.

Sebagai informasi, Google dengan tegas memblokir aplikasi sayap kanan pendukung Presiden AS Donald Trump itu beredar di Play Store karena dinilai memuat konten kekerasan. Parler disebut dimanfaatkan pendukung Trump untuk menyerbu Gedung Capitol beberapa hari lalu.

Parler dipakai oleh para pendukung Trump yang secara terang-terangan melakukan ujaran kebencian. Parler sendiri menolak untuk menyensor postingan dengan alasan kebebasan berbicara.

Pasca Gedung Capitol diserbu pendukung Trump yang menolak hasil Pilpres AS 2020, tak sedikit yang mendesak perusahaan teknologi agar bertindak membatasi ujaran kebencian. Begitu juga Apple yang saat ini telah mengultimatum Parler.

“Kami telah menerima banyak keluhan mengenai konten yang tidak pantas dalam layanan Parler, tuduhan bahwa aplikasi Parler digunakan untuk merencanakan, mengoordinasikan, dan memfasilitasi aktivitas ilegal di Washington DC pada 6 Januari 2021 yang menyebabkan hilangnya nyawa, banyak cidera, dan perusakan properti,” kata Apple kepada Parler lewat email yang beredar di BuzzFeed dilansir dari SFGATE, Sabtu (9/1/2021).

Sampai saat ini, berdasarkan pemantauan yang dilakukan Apple melihat kalau Parler masih dipakai para pendukung sayap kanan dalam merencanakan dan memfasilitasi aktivitas ilegal serta berbahaya lebih lanjut.

Hal itu yang membuat Apple mengancam agar pemilik Parler segera melakukan moderisasi konten di dalamnya, khususnya yang mengandung kekerasan dan ujaran kebencian. Apple pun memberi waktu dalam 24 jam, apabila tidak diindahkan, maka Parler dihapus dari App Store.

Sebelumnya, sepak terjang Presiden AS Donald Trump di dua layanan media sosial (medsos) favoritnya, Facebook dan Twitter telah tamat.

Postingan Trump di kedua media sosial itu dinilai meresahkan dan bisa memicu kekerasan lebih lanjut, bukannya mendamaikan. Maka akun sang presiden pun digembok permanen oleh Twitter dan tanpa batas waktu oleh Facebook.

“Peristiwa mengejutkan dalam 24 jam terakhir dengan jelas menunjukkan presiden Donald Trump ingin menggunakan sisa waktunya untuk merusak transisi kekuasaan yang damai dan sah pada penerusnya yang terpilih, Joe Biden,” tulis Mark Zuckerberg, CEO dan pendiri Facebook.

Twitter pun baru saja mengambil tindakan lebih tegas. Setelah dianggap kembali melanggar peraturan, akun Twitter Donald Trump yang baru saja dibuka, kembali ditutup dan kali ini secara permanen.

“Setelah review mendalam tweet terkini dari @realDonaldTrump dan konteksnya, terutama bagaimana penerimaan dan interpretasinya di Twitter, kami secara permanen menangguhkan akun itu terkait risiko bisa jadi pemicu kekerasan lebih lanjut,” sebut Twitter. (Salsa/S:Detik.com)

 

Salsa Sabrina

Recent Posts

Dinilai Berhasil Jaga Kamtibmas, Warga Pademangan Berharap Kapolsek Tidak Dimutasi

Timredaksi.com, Jakarta - Sejumlah warga bersama pengurus Forum RT/RW di wilayah Pademangan menyampaikan aspirasi penolakan…

5 hours ago

‎Pegadaian Dukung Penerbitan Fatwa Kegiatan Usaha Bulion oleh DSN-MUI

Timredaksi.com, Jakarta – PT Pegadaian menjadi saksi hadirnya Fatwa No. 166 tentang Kegiatan Usaha Bulion…

1 week ago

Sah ! Putusan Kasasi MA 2014 La Ode Muh Djafar SH Dinobatkan sebagai Sultan Buton ke 39

Timredaksi.com, Jakarta - Penobatan La Ode Muhammad Djafar, S.H. sebagai Sultan Buton ke-39 memang merupakan…

1 week ago

Sederhana, Penuh Makna dan Pesan Hangat Ditengah Perayaan HUT Ke-6 BMI Demokrat

Timredaksi.com, Jakarta-Bintang Muda Indonesia (BMI), organisasi sayap partai Demokrat yang berfokus pada pengembangan kader muda,…

1 week ago

Kontroversi Waria Menjadi Ustadzah dan Pernikahan Sesama Jenis, Tokoh Pesantren Tegaskan Hukum dalam Islam

Timredaksi.com, Jakarta — Fenomena individu transgender atau waria yang tampil di ruang publik sebagai ustadzah…

1 week ago

Lantik DPD TMI se-NTT, Don Muzakir: TMI Harus Jadi Mata & Telinga Presiden

Timredaksi.com, Labuan Bajo – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia (DPN TMI), Don…

2 weeks ago