News

Anggota DPR RI Komisi V Minta Peningkatan SDM Pendamping dan Pengawasan Diperketat

Jakarta _Timredaksi.com–Anggota DPR komisi V Tamanuri meminta Kementerian Desa untuk mengevaluasi Sumber Daya Manusia (SDM) para pendamping desa dan perlunya penikatan pengawasan Dana Desa (DD) diperketat.

“Itu sangat penting karena 35 ribu sudah direkrut Kemendes untuk mendampingin program dana desa didesa masing-masing,” kata Tamanuri usai mengikuti RDP dengan Sekjen BSPSD, Irjen BPSDM, Kemendes PDTT, Kamis 2 Juni 2022.

“Dalam hal ini perlu dikerjakan secara proposional supaya hasilnya juga berkualitas. Jadi pengetahuan kepala desa juga belum sempurna perlu tenaga yang ahli dalam membantu tugas pelaksanaan kegiatan kepala desa,” imbuhnya

Politisi NasDem Dapil Lampung II itu menyinggung, banyaknya kepala desa di Lampung berurusan dengan kejaksaan dan pihak kepolisian. Dia mengatakan perlu adanya peninjauanan kembali pelaksanaan agaran DD daerah Lampung itu.

“Kaitanya pengrutan pendamping itu tadi. Jadi maka saya katakan tadi perlu pendaping yang bisa mengarahkan pelaksana pengelolaan dana desa itu. Jadi karna banyak kepala desa terkena kasus hukum disebabkan pengawasan apart dan pendaping yang kurang itu tadi.,” Ungkapnya

Tamanuri menyoroti angarana dana sosial dan dana bantuan tunai sudah ada di Kemtrian Sosial. Dia mengharapkan agar anggaran dana desa bisa dialokasikan penuh sesuai kebutuhan masyarakat desa.

“Jadi dana sifatnya sosial sudah ada di Kementerian Sosial dan dana kovid19, sudah ada tu foksinya. Kembali dana bantuan 32% pembagunan belum bisa kelihatan desa itu belum full. Nah itu sedikit sekali, jadi seharusnya full diutamakan pembagunan sesuai kebutuhan masyarakat desa,” paparnya

Lebih dari itu Tamanuri menyebut banyak Anggara DD di plot dari mulai bantuan langsung tunai 20% pangan 8% persen untuk kovid19 dan 32% pembangunan.

“Jadi soal pengunaan anggaran tidak bisa sepenuhnya anggaran itu dialokasikan ke yang lain. Maka saya meminta agar Kemendes untuk mencabut batuan tunai, bantuan pangan dan kovid19,” tukasnya.

Mantan bupati Waykanan itu mengharapkan agar agaran Dana Desa bisa dilarikan pembagunan. Dia juga menyampaikan Perper 23 pendampi dana desa bisa dievaluasi.

“Semuanya full untuk pembangunan desa, insyallah semuanya bisa lancar. Jadi kondisi sekarang sudah beda kovid sudah melandai perekonomian masyarakat sudah berjalan,” pungkasnya. (ror)

Asrorie

Recent Posts

ENAM TAHUN TAK KUNJUNG DIREALISASIKAN, AZAS TIGOR DESAK PEMERINTAH SEGERA BERLAKUKAN CUKAI MBDK

Timredaksi.com, Jakarta — Perlindungan kesehatan masyarakat tak boleh terus tertunda. Pemerintah didesak segera memberlakukan regulasi…

2 hours ago

DISPERDAGIN KABUPATEN BANDUNG TERIMA KUNJUNGAN PESERTA KKP SESPIMMA POLRI ANGKATAN KE-76 TAHUN

Timredaksi.com, Bandung — Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bandung menerima kunjungan peserta Kuliah Kerja…

8 hours ago

Anamcara Hotel Gelar Sesi Yoga dan Diskusi Kesehatan Perimenopause

  CIANJUR - Anamcara Hotel menggelar kegiatan kebugaran bertajuk Yoga at Anamcara pada Selasa (20/10/2026).…

1 day ago

Nalar Komunikasi Dialogis: Membongkar Hegemoni Instrumental dan Mengurai Kebuntuan di Tengah Krisis Kelompok

  Oleh: Ilham Ramadhan - Guru Ahli Pertama ​Paradoks terbesar dalam peradaban modern adalah bahwa…

2 days ago

DCW Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Jabatan dan Pengaturan Proyek di Kabupaten Demak

Timredaksi.com, Demak — Demak Corruption Watch (DCW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menelaah sejumlah…

2 days ago

Agenda Reforma Agraria di Tengah Badai Korupsi

Agenda Reforma Agraria di Tengah Badai Korupsi Oleh: Fani Ruusul Masail (Dosen Hukum Institut Al…

2 days ago